Share

Spesial, Hanya Mobil Listrik Berbasis Baterai Dapat Pelat Nomor Khusus

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 52 2160521 spesial-hanya-mobil-listrik-berbasis-baterai-dapat-pelat-nomor-khusus-nbFol8HAAH.jpg Mobil listrik berbasis baterai seperti Hyundai Ioniq akan mendapat pelat nomor khusus jika beroperasi di jalanan Tanah Air (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Pemberlakuan pelat nomor khusus kendaraan listrik, hanya diperuntukkan kepada jenis kendaraan yang berbasis baterai. Sedangkan jenis kendaraan dengan rangkaian teknologi elektrifikasi hybrid atau plug-in hybrid (PHEV) tidak diperkenankan mendapat tanda nomor kendaraan bermotor berlabel khusus ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Registrasi dan Identifikasi Korps Lalu Lintas (Regident Korlantas) Polri, Brigjen Halim Pagarra. "Pemberian penandaan warna khusus ini hanya untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai tindak lanjut Perpres Nomor 55 Tahun 2019, untuk hybrid tidak termasuk," katanya melalui pesan singkat kepada Okezone, Rabu 29 Januari 2020.

 Pelat nomor

Nantinya pelat nomor kendaraan listrik, akan mendapat tambahan warna biru pada bagian bawah, yang biasanya tercantum angka masa berlaku Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Pemberian warna tersebut bisa menjadi petunjuk kepada lembaga lain terkait sejumlah insentif seperti bebas parkir, bebas ganjil genap, maupun bentuk keuntungan lainnya.

Halim menyebut penentuan warna ini tidak mengubah Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2012, khususnya Pasal 39 ayat 3 soal Warna TNKB. "Itu adalah hasil rekomendasi dari forum group discussion (FGD) Korlantas dan disetujui pemberian warna khusus untuk penanda adalah warna biru," katanya melalui pesan singkat kepada Okezone.

Kebijakan dari Korlantas Polri berdasarkan kewenangan untuk melakukan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Terutama terkait dengan penerbitan dokumen seperti BPKB, STNK, serta TNKB tersebut, selurunya menjadi syarat sah kepemilikan kendaraan juga untuk dapat digunakan oleh pengendara di jalan raya.

Bergulirnya era kendaraan listrik sendiri sudah mendapat perhatian serta dorongan melalui sejumlah insentif kepada produsen maupun pengguna. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menerapkan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Baru (BBN-KB) khusus untuk EV melalui Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020.

 Pelat nomor

Regulasi terkait insentif pembebasan BBN-KB kendaraan listrik penuh ini, berlaku sejak 15 Januari 2020 sampai berakhir pada 31 Desember 2024. "Terhitung mulai tahun 2020 kegiatan jual-beli, tukar menukar, hibah, warisan, kendaraan motor berbasis listrik baik roda empat maupun roda dua diberikan pembebasan pajak BBN," kata Anies kepada Okezone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini