Salah Kaprah Penggunaan Lampu Darurat, Cek Apa Saja

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 87 2160860 salah-kaprah-penggunaan-lampu-darurat-cek-apa-saja-lXye9IJm1D.png Ilustrasi lampu. Foto : Istimewa

Hazard Lamp atau lampu darurat pada mobil biasanya digunakan sebagai penanda bahwa mobil dalam keadaan darurat. Aturan penggunaan lampu ini tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan :

"Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di Jalan".

Yang dimaksud dengan “isyarat lain” antara lain lampu darurat dan senter. Sementara maksud “keadaan darurat” adalah kendaraan dalam keadaan mogok, kecelakaan lalu lintas, dan mengganti ban.

Namun beberapa pengendara menyalahgunakan fungsi dari lampu hazard. Bisa jadi karena tidak tahu dan sekadar ikut-ikutan saja. Humas Polres Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dalam keterangan resmi menyebutkan kesalahan yang sering dilakukan pengendara dalam menggunakan lampu darurat/hazard ini :

1. Menggunakan saat hujan. Ini hanya membingungkan pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard. Anda cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

2. Menggunakan saat memberi tanda lurus di persimpangan. Menggunakan saat bergerak lurus tidak perlu karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti anda menandakan diri akan bergerak lurus kedepan.

3. Menggunakan saat di lorong gelap. Menggunakan saat di lorong gelap tidak perlu karena tidak ada efeknya, yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup nyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

4. Menggunakan saat berkabut. Cukup menyalakan lampu kabut (FogLamp) yang berwarna kuning / lampu utama.

Dengan mengetahui hal-hal ini diharapkan para pengguna jalan dapat lebih cerdas dalam mengemudi. Tidak mengikuti kebiasaan yang lumrah namun salah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini