Share

Alasan Korlantas Polri Menerbitkan Pelat Nomor Khusus Kendaraan Listrik

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 52 2161134 alasan-korlantas-polri-menerbitkan-pelat-nomor-khusus-kendaraan-listrik-6P1gzvd8NU.jpg Pelat nomor kendaraan khusus akan dipakai mobil listrik berbasis baterai seperti Nissan Leaf ketika beredar di Indonesia (Foto: Okezone.com/Medikantyo Adhikresna)

JAKARTA - Munculnya ketentuan penggunaan pelat nomor khusus untuk kendaraan listrik berbasis baterai (EV), memiliki maksud khusus. Penerapan pelat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) khusus oleh Korlantas Polri ini, berkaitan dengan keuntungan dari segi fiskal maupun nonfiskal, bagi kendaraan listrik berbasis baterai (EV) serta pemiliknya.

Penambahan warna khusus berupa biru sebagai penanda pada pelat nomor khusus tersebut, dimaksudkan memudahkan melakukan identifikasi pada kendaraan EV. "Pemberian warna khusus untuk Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) sebagai upaya Polri mendukung Perpres Nomor 55 Tahun 2019," ujar Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri, Brigjen Pol Halim Pagara, kepada Okezone.

 Pelat nomor

Adanya pembeda dengan tambahan warna khusus sendiri membuat petugas lintas instansi memiliki kemudahan dalam melakukan identifikasi, saat memberikan insentif kepada kendaraan listrik berbasis baterai dan pemiliknya. "Sebagai contoh untuk dibebaskan masuk wilayah ganjil genap, bebas parkir, dan lain sebagainya," ujar Halim.

Rancangan pelat nomor khusus kendaraaan listrik ini sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. "Sebelumnya saya minta kepada Polri untuk sepeda motor listrik atau electric vehicle seperti ini ditandai dengan pelat berbeda, Polisi menyebut sudah siap," katanya saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu.

Ketentuan mengenai pelat nomor khusus ini hanya akan dipakai alias diperuntukkan bagi kendaraan berbasis baterai penuh (EV), baik roda dua, empat, maupun lebih. Sementara untuk mobil dengan teknologi elektrifikasi lain seperti rangkaian mesin hybrid maupun plug-in hybrid (PHEV) masih menggunakan pelat nomor reguler.

Tanda khusus berupa warna biru pada sisi bawah pelat nomor itu, dikombinasikan dengan warna sesuai dengan peruntukan kendaraan. Seperti warna hitam oada kendaraan pribadi, kuning untuk angkutan umum, merah pada mobil dinas milik lembaga pemerintah, maupun putih untuk kendaraan diplomat atau kedutaan asing.

 Pelat nomor

Kebijakan dari Korlantas Polri berdasarkan kewenangan untuk melakukan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Terutama terkait dengan penerbitan dokumen seperti BPKB, STNK, serta TNKB tersebut, selurunya menjadi syarat sah kepemilikan kendaraan juga untuk dapat digunakan oleh pengendara di jalan raya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini