nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerapan Tilang Elektronik Resmi Dimulai, Ini Pelanggaran Paling Banyak Dilakukan Pemotor

Medikantyo, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 18:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 03 53 2162710 penerapan-tilang-elektronik-resmi-dimulai-ini-pelanggaran-paling-banyak-dilakukan-pemotor-Rmrr6hMCzT.jpg Pemotor terobos lampu lalu lintas di kawasan Thamrin, Jakarta (Foto: Okezone.com/Arif Juliyanto)

JAKARTA - Kebijakan penindakan pelanggaran secara elektronik (E-TLE) diberlakukan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya per 1 Februari 2020 lalu. Dalam pelaksanaan kali ini, satuan kepolisian lalu lintas di wilayah Ibu Kota itu berhasil menindak 171 pemotor yang melanggar peraturan berkendara, seperti disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf.

Hasil penindakan tersebut didapat melalui pemasangan kamera pengawas di dua titik yakni kawasan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Jalur Transjakarta koridor 6 Ragunan-Monas. Perangkat kamera ini mengidentifikasi pekanggaran sekaligus identitas kendaraan pelanggar beserta pemiliknya.

 Pengendara motor

Yusuf mengungkap pelanggaran yang dilakukan pengendara berkaitan dengan kebiasaan buruk pemotor Ibu Kota. "Paling banyak roda dua yang melanggar di jalur busway, kemudian yang enam tidak memakai helm, sisanya pelanggaran lain," ujarnya kepada awak media termasuk Okezone.

Umumnya pelanggaran berupa menerobos masuk ke jalur transjakarta tersebut dilatari ketidak sabaran pengendara saat menghadapi kepadatan arus lalu lintas di jalur umum. Hal ini ikut mengganggu operasional pelayanan angkutan umum bus, bahkan turut berujung menyebabkan kemacetan.

Pemotor seolah tidak kapok melakukan pelanggaran menerobos jalur khusus tersebut, walaupun bisa membahayakan diri sendiri serta diancam sanksi pidana maupun denda. Menurut pasal 2 ayat (7) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007, tercantum jelas kendaraan bermotor dua atau lebih dilarang memasuki busway (jalur transjakarta).

Ancaman denda pelanggaran tersebut berupa pidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau berupa denda paling banyak Rp500 ribu. "Jumlah 171 itu adalah pelanggar roda dua pada tanggal 1 dan 2 Februari 2020," kata Yusuf menambahkan.

 Sosialisasi ETLE

Ditlantas Polda Metro Jaya disebut masih mempelajari penambahan titik pemasangan kamera pengawas tilang elektronik. Contoh lokasi potensial yang akan dipasangi kamera penunjang pelaksanaan E-TLE tersebut adalah kawasan di Jalan Layang nontol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan.

Pemotor seolah tidak kapok melakukan pelanggaran menerobos jalur khusus tersebut, walaupun bisa membahayakan diri sendiri serta diancam sanksi pidana maupun denda. Menurut pasal 2 ayat (7) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007, tercantum jelas kendaraan bermotor dua atau lebih dilarang memasuki busway (jalur transjakarta).

Ancaman denda pelanggaran tersebut berupa pidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau berupa denda paling banyak Rp500 ribu. "Jumlah 171 itu adalah pelanggar roda dua pada tanggal 1 dan 2 Februari 2020," kata Yusuf menambahkan.

Ditlantas Polda Metro Jaya disebut masih mempelajari penambahan titik pemasangan kamera pengawas tilang elektronik. Contoh lokasi potensial yang akan dipasangi kamera penunjang pelaksanaan E-TLE tersebut adalah kawasan di Jalan Layang nontol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini