Air Masuk Knalpot Saat Banjir, Ini yang Sebaiknya Dilakukan

Medikantyo, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 87 2162621 air-masuk-knalpot-saat-banjir-ini-yang-sebaiknya-dilakukan-7nX5F9uG7S.png Ilustrasi hujan. Foto : Pixabay

JAKARTA - Banjir yang masih saja mengintai Jakarta dan kota-kota lain kerap membuat kita was-was. Apalagi yang sebelumnya sudah mengalami kebanjiran hingga lebih dari satu meter. Persoalan ini belum benar-benar selesai.

Semua tidak tenang. Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang kerap melewati wilayah yang kerap tergenang banjir. Kendaraan bisa jadi rusak, apalagi kalau knalpot langsung kemasukan air. Jadi persoalan tersendiri.

Tak menutup kemungkinan mobil bakal tiba-tiba mogok di tengah jalan. Selanjutnya, Anda pun terpaksa meninggalkan kendaraan atau memilih untuk mendorongnya sampai ke area yang kering.

Sejatinya, ketika knalpot mobil kemasukan air banjir, Anda tak perlu panik. Kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, masalah jadi makin runyam. Knalpot mobil yang kemasukan air sebenarnya bukan masalah besar, karena air tidak akan bisa masuk ke dalam mesin.

Keberadaan air dalam knalpot, memang bisa mengganggu kinerja mesin, tetapi tidak akan merusaknya secara langsung. Alih-alih masuk mesin, air banjir bakal tertampung pada bagian yang disebut catalytic converter yang berfungsi menyaring gas buang.

Air yang menumpuk pada catalytic converter, memang akan bikin mesin sulit menyala. Namun, seiring dengan pemakaian, genangan air pada bagian tersebut, akan berubah menjadi uap. Nah, problem yang lebih besar dan perlu menjadi perhatian bukan pada bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Sistem kelistrikan mobil, biasa disebut dengan nama electronic control unit (ECU). Biasanya bagian ini ada di 2 lokasi, yakni kabin atau ruang mesin. Ketika Anda memutuskan menerjang banjir, pastikan terlebih dulu posisi ECU lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan air. Dengan begitu, risiko terjadinya korsleting akibat komponen listrik yang terkena air bisa ditekan.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injektor, kabel, serta relay. Biasanya, komponen-komponen tersebut memang telah dilengkapi perlindungan agar terhindari dari air. Namun, Anda harus memastikan langsung kondisi komponen listrik tersebut baik-baik saja setelah banjir.

Di bagian mesin, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa komponen. Pada radiator, pastikan tak ada kotoran yang menempel. Kompresor AC juga harus diperiksa, apalagi biasanya penempatannya di area yang cukup rendah. Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya hindari menyalakan AC mobil kalau sebelumnya knalpot pernah kemasukan air.

Selanjutnya, ketika mobil terendam banjir, Anda perlu mengganti saringan udara. Kalau bagian ini tak berjalan dengan baik, bisa berdampak langsung pada mesin. Kopling juga jangan terlewatkan. Banjir kerap membuat kopling terasa berat saat digerakkan, karena ada tumpukan karat yang menghambat pergerakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini