Melibas Jalur Menantang Bareng Mitsubishi Outlander PHEV

Selasa 04 Februari 2020 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 52 2162895 melibas-jalur-menantang-bareng-mitsubishi-outlander-phev-8S2kwmIZKO.jpg Mitsubishi Outlander PHEV (foto: Ist)

JAKARTA - Melakukan perjalanan bersama Mitsubishi Outlander plug in hybrid electric vehicle (PHEV) yang dimulai dari Jawa Timur menuju Banyuwangi, menjadi pembuktian seberapa tangguh kendaraan listrik racikan Mitsubishi ini melibas berbagai karakter jalan yang dilalui.

Meski dalam pengujian, Okezone mendapatkan kesempatan melibas jalur dari kaki gunung Bromo menuju Banyuwangi, langkah menguji performa sektor pacu Mitsubishi Outlander PHEV dengan mesin konvensional menjadi salah satu perhatian selama perjalanan.

 Mitsubishi Outlander PHEV

Karkater Outlander PHEV yang menggunakan mesin konvensional berkapasitas 2.4 liter mampu memberikan tenaga yang cukup besar untuk melibas beberapa karakter jalan menanjak. Tenaga mesin konvensional yang mencapai 166 hp dengan tambahan tenaga pada motor listrik yang mencapai 80 hp, membuat mobil ramah lingkungan ini sangat responsif di setiap putaran mesinnya.

Terlebih New Outlander PHEV menawarkan 3 (tiga) mode mengemudi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan diantaranya EV Drive Mode, Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Hal ini pula yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih, dan bertenaga.  

Hybrid Driving Mode dibagi menjadi 2 (dua) mode. Pertama, Series Hybrid Mode merupakan perpaduan mode elektrik dan mesin. Mesin gasoline 2,4L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak. Pada Parallel Hybrid Mode,mesin gasoline akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

 Mitsubishi Outlander PHEV

Pada saat jalan menurun mode hybrid driving mode, dimana putaran mesin saat jalan menurun bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengisian tenaga baterai yang dibutuhkan. Sehingga pilihan mode untuk lebih menghemat penggunaan bahan bakar bisa dilakukan lebih efisien dengan sistem pengisian tenaga listrik melalui cara regeneratif.

Puas dengan performa paduan mesin konvensional dengan motor listrik di jalan menanjak dan menuru, Outlander PHEV rupanya sangat mumpuni untuk melaju mendahului truk yang banyak melintas di jalan pasuruan menuju Banyuwangi. Torsi besar yang mencapai 350 Nm, sangat membantu pengemudi mendapatkan akselerasi awal yang responsif dalam manuver mendahului setiap kendaraan.

 Mitsubishi Outlander

Hadir sebagai kendaraan ramah lingkungan yang cukup modern, Mitsubishi Outlander PHEV yang memiliki banderol sekira Rp1,2 miliar, terbilang sebagai kendaraan yang cukup mahal. Namun jika membandingkan dengan teknologi yang diusungnya, Outlander PHEV bisa menjadi kendaraan listrik yang layak di boyong.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini