nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sadar Lakukan Pelanggaran, Bikers Ini Tutup Plat Nomor Hindari E-TLE

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 11:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 07 53 2164759 sadar-lakukan-pelanggaran-bikers-ini-tutup-plat-nomor-hindari-e-tle-iRnMMqU0FX.jpg Pemotor coba akali kamera pengawas tilang elektronik (Foto: Okezone.com/Ditlantas Polda Metro Jaya)

JAKARTA - Penerapan sistem tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), coba diakali oleh pengendara motor yang melanggar peraturan. Seperti dilakukan oleh pemotor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan saat menerobos jalur khusus Transjakarta.

Agar tidak tercatat di sistem tilang elektronik E-TLE tersebut, pengendara motor itu berupaya menutupi pelat tanda nomor kendaraannya menggunakan tangan. Foto perilaku bandel pengendara tersebut diunggah akun Ditlantas Polda Metro Jaya pada Kamis 6 Februari 2020 kemarin.

 Pemotor

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar. "(Pengendara itu menerobos) di koridor Transjakarta sekitar halte Duren Tiga, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ke arah Kuningan," katanya saat dikonfirmasi oleh awak media.

Terlepas dari upaya menutup pelat nomor menggunakan tangan, Fahri menyebut kepolisian masih bisa melakukan penindakan berbekal petunjuk lain. Termasuk dengan melakukan identifikasi wajah pemotor maupun pembonceng yang terekan melalui tangkapan kamera pengawas sistem E-TLE itu.

"Identifikasi melalui pencocokan di kamera lainnya dan ciri wajah yang bersangkutan akan kita profiling melalui database kependudukan," ujar Fahri ketika ditanya mengenai langkah Ditlantas Polda Metro Jaya, dalam mengidentifikasi pelanggar tersebut.

Sistem penindakan pelanggaran pengguna jalan melalui bantuan kamera pengawas elektronik ini, mulai berlaku di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 1 Februari lalu. Sementara titik pengawasan melalui kamera baru diterapkan di dua ruas jalan, yakni Sudirman-MH Thamrin dan Jalur Transjakarta koridor 6 Ragunan-Monas.

 Ilustrasi jalur busway

Pemotor menerobos jalur khusus Transjakarta menjadi kasus paling sering ditemui selama penerapan E-TLE. Sanksi pelanggaran ini menurut pasal 2 ayat (7) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007, bisa berupa pidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau berupa denda paling banyak Rp500 ribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini