nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenis Pelanggaran yang Bisa Ditindak E-TLE

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 12:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 07 53 2164812 jenis-pelanggaran-yang-bisa-ditindak-e-tle-KUj0L61jPB.jpeg Pelanggaran seperti menerobos lampu merah bisa ditindak oleh E-TLE (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Penerapan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik (E-TLE), dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya terhadap pemotor sejak 1 Februari 2020 lalu. Sistem penindakan yang ditunjang dengan kamera pengawas elektronik ini, memantau pelanggaran peraturan lalu lintas yang dilakukan oleh bikers di Ibu Kota.

Jenis pelanggaran peraturan lalu-lintas yang terekam melalui kamera pengawas tersebut antara lain tidak menggunakan helm, melanggar marka jalan, melewati batas berhenti di persimpangan, menerobos lampu lalu lintas, hingga melintas jalur khusus transjakarta atau busway.

 tilang elektronik

Mayoritas pelanggaran yang tertangkap kamera dilakukan pemotor selama penerapan sistem E-TLE ini adalah melintas masuk jalur busway. Menurut data yang disampaikan Polda Metro Jaya pada Rabu 5 Februari 2020 lalu, dominasi pelanggaran tersebut terbaca dari catatan pelanggaran sepeda motor sebanyak 659 kasus.

Ancaman denda pelanggaran tersebut berdasarkan Pasal 2 ayat (7) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 mencapai paling banyak Rp500ribu. Namun, sanksi tersebut menurut Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, bukanlah yang terbesar dikenakan kepada pengendara roda dua sejauh ini.

Denda paling banyak yang dijatuhkan kepada pengendara dalam sebuah pelanggaran selama masa penerapan E-TLE ini dikarenakan penggunaan ponsel selama berkendara. "Denda paling besar itu pengemudi motor yang gunakan handphone saat mengemudi sebesar Rp750ribu," kata Yunus kepada awak media.

Tilang elektronik untuk pemotor mekanismenya menyerupai penindakan untuk kendaraan roda empat. Sistem kamera pengawas E-TLE menyediakan petunjuk untuk mengidentifikasi pelat nomor pelanggar, untuk selanjutnya dikirimi surat konfirmasi tilang dan membayar denda.

 tilang elektronik

Sementara ini, titik pengawasan melalui kamera baru diterapkan di dua ruas jalan, yakni Sudirman-MH Thamrin dan Jalur Transjakarta koridor 6 Ragunan-Monas. Nantinya titik pemasangan masih bisa bertambah di lokasi lain dengan potensi maupun jumlah pelanggaran tinggi seperti kawasan JLNT Casablanca.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini