Pasokan Komponen dari China Belum Stabil, Renault Perpanjang Tutup Pabrik

Medikantyo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 52 2165933 -GvnnvnjJLe.jpg Produsen mobil Renault (foto: Ist)

SEOUL - Produsen otomotif Renault terkena dampak langsung dari tutupnya beberapa pabrik komponen yang berasal dari China. Kondisi tersebut membuat Renault kembali memperpanjang penghentian produksi mobilnya hingga empat hari ke depan dari rencanca 11 Februari kembali memulai aktifitas produksi.

"Karena kedekatan geografisnya, pabrik Busan adalah situs yang paling rentan terhadap gangguan pasokan di China," kata juru bicara Renault seperti dikutip dari Reuters Senin (10/2/2020).

 Produsen Renault

Sebagai salah satu industri cukup besar karena Renault bagian dari aliansi Nissan dan Mitsubishi, namun kondisi akibat terganggunya pasokan komponen yang berasal dari China membuat Renault terus mencari solusi bersama Nissan dalam memulihkan pasokan komponen yang dibutuhkan.

Karenanya salah satu langkah yang diambil produsen Renault yakni memperpanjang waktu tutup pabrik hingga 15 Februari mendatang.

Renault memperpanjang pada hari Senin penutupan di pabriknya di Wuhan Cina hingga 13 Februari, sejalan dengan pedoman pemerintah Cina setelah wabah virus korona.

Tak hanya Renault, Fiat Chrysler pada hari Kamis memperingatkan bahwa gangguan pasokan karena wabah virus mematikan dapat mengancam produksi di salah satu pabrik Eropa dalam dua hingga empat minggu.

 Produsen Renault

Pentingnya wilayah China sebagai pusat industri otomotif global secara langsung berpengaruh besar terhadap kelangsungan produsen otomotif di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini