Produsen Otomotif Ini Disebut Paling Rentan Terdampak Virus Korona

Medikantyo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 52 2166134 produsen-otomotif-ini-disebut-paling-rentan-terdampak-virus-korona-mHrWE9IvHp.jpg Ilustrasi pabrik Volkswagen (Foto: Okezone.com/Istimewa)

BEIJING - Meluasnya penyebaran virus korona (Coronavirus) di China, berdampak langsung pada sektor industri otomotif, dengan terhentinya aktivitas produksi maupun penjualan. Bagi perusahaan pembuat kendaraan yang mengandalkan pasar China, potensi kerugian besar berada di hadapan mata akibat hilangnya konsumen potensial.

Berdasarkan fenomena tersebut, lembaga analis Standard&Poors (S&P) menilai Volkswagen (VW) rentan mengalami kerugian terbesar akibat penyebaran virus korona di China. Dalam laporannya yang dimuat oleh Bloomberg, S&P menyebut Volkswagen memproduksi serta menjual sekitar 40 persen mobil buatannya di China.

 Industri Otomotif

Potensi kerugian yang dialami oleh VW Group berkisar 3 miliar Euro atau sekitar Rp45 triliun. Angka itu berdasar target keuntungan yang ditargetkan oleh induk perusahaan asal Jerman itu kepada usaha gabungan yang beroperasi di China. Sebelumnya, produsen itu menargetkan pertumbuhan pasar sebanyak 1 sampai 2 persen pada 2020.

Walaupun tidak memiliki pabrik di pusat endemik virus korona yaitu Provinsi Hubei, VW tetap menutup pabriknya sesuai dengan arahan Pemerintah China. Perkembangan terbaru menyebut penutupan itu akan berlanjut 17 Februari mendatang. VW sendiri masih menghitung ketersediaan komponen maupun suku cadang yang dibutuhkan.

Langkah penutupan pabrik untuk sementara itu, menjadi hambatan utama bagi VW mengejar target penjualan kendaraannya di China. Dalam operasi produksi kendaraan di negara tersebut Volkswagen menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal seperti SAIC Motor dan FAW Group, dengan lokasi pabrik terbesar di Shanghai dan Tianjin.

Selain menyebut nama Volkswagen, laporan S&P yang sama juga menyebut tren negatif juga berpotensi dialami oleh Nissan serta Honda. Performa penjualan Nissan diramalkan semakin menurun, sedangkan produksi dan penjualan Honda di China berpusat di Wuhan dengan kontribusi sebesar 30 persen dari perolehan secara global.

 Industri Otomotif

Kebijakan menambah libur Imlek dan penghentian kegiatan industri, sesuai arahan Pemerintah China, berakhir pada pekan ini. Namun sejumlah produsen memilih untuk memperpanjang penutupan pabriknya hingga pekan depan, dikarenakan kekurangan pasokan komponen mobil dari penyuplai setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini