nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Hybrid Dinilai Paling Ideal Sebelum Menuju Kendaraan Full Listrik

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 52 2167504 mobil-hybrid-dinilai-paling-ideal-sebelum-menuju-kendaraan-full-listrik-9KIWmOkJKJ.jpg Mobil listrik tesla (Foto: Ist)
 

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berupaya mendorong masyarakat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak serta mengurangi emisi gas buang melalui penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Langkah percepatan peredaran kendaraan listrik di Indonesia terus dilakukan.

Menanggapi rencana pemerintah tersebut, produsen otomotif sendiri telah bersiap menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari mobil hybrid, plug in hybrid electric vehicle (PHEV) hingga mobil full listrik. 

mobil hybrid

Namun sebelum mencapai kendaraan full listrik 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, tahapan yang harus dilalui yakni melalui penggunaan kendaraan hybrid yang memadukan antara motor listrik dan mesin konvensional. 

"Adaptasi teknologi oleh konsumen menurutnya, harusnya disesuaikan dengan keterjangkauannya secara luas terutama dari nilai ekonomi dalam sebuah produk berupa kendaraan," katanya. 

Doni menyebut penerapan teknologi hybrid ringan menurut Suzuki menjadi solusi tepat, karena memiliki fleksibilitas ditempatkan dalam model kendaraan berbeda dengan rentang harga terjangkau. "Oktober kemarin misalnya kami tampilkan konsep Ertiga hybrid dalam pameran di Monas," ujarnya saat ditemui awak media Selasa 11 Februari 2020 lalu.

Melalui konsep tersebut, Suzuki menunjukkan bahwa kendaraan listrik seharusnya dibuat agar sesuai dengan kondisi pasar kendaraan Tanah Air. "Apa yang kami lakukan terbilang masuk akal, termasuk untuk menyesuaikan harga ideal di bawah Rp250 juta seperti kemampuan kebanyakan konsumen," kata Donny.

 mobil hybrid

Hadirnya produk sesuai daya beli masyarakat dapat berdampak positif pada percepatan kebijakan kendaraan listrik. Terlepas dari insentif yang kabarnya siap ditawarkan oleh pemerintah, produk kendaraan listrik berbasis baterai, masih menunggu ketersediaan fasilitas penunjangnya di Tanah Air.

Penggunaan teknologi hybrid, plug-in hybrid, maupun KLBB di Indonesia sendiri masih akan menunggu terbitnya petunjuk teknis (juknis) dari Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

"Kami masih tunggu dulu sebelum berkomunikasi dengan pihak prinsipal, termasuk soal pengembangan teknologi mobil berteknologi hybrid," ujar Donny.

 mobil hybrid

Berdasarkan pembicaraan yang dibangun oleh pemerintah dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), juknis kendaraan listrik diperkirakan terbit pertengahan tahun ini. Namun, rencana tersebut masih bisa mundur sebelum target pencanangan penggunaan kendaraan listrik secara luas pada 2021 nanti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini