Gagal Susul Mercedes, BMW Terhambat Bikin Pabrik Baru di Rusia

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 22:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 52 2167595 gagal-susul-mercedes-bmw-terhambat-bikin-pabrik-baru-di-rusia-wV1alSNSlP.jpg Ilustrasi lini produksi BMW (Foto: Okezone.com/Wikimedia)

FRANKFURT - Salah satu strategi produsen dalam memasarkan kendaraan lebih mudah, adalah membangun pusat perakitan atau pabrik di kawasan tersebut. Cara seperti ini menjadi pilihan BMW untuk dapat meningkatkan jangkauan pasar kendaraan bermotor di Rusia.

Upaya untuk membangun fasilitas pabrik di Rusia sendiri sudah diawali sejak 2018 lalu. Namun, menurut kabar yang dilansir dari laman Autonews, BMW justru menunda rencana pendirian ini akibat gagal mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Rusia.

 BMW

Pembicaraan antara pihak pemerintah dan produsen itu berjalan alot, karena beda pandangan terkait subsidi yang diberikan untuk membangun pabrik tersebut. Namun, tidak secara dijelaskan besaran insentif yang diinginkan oleh BMW dalam pembicaraan ini.

Melalui juru bicaranya kepada laman Autonews, BMW merespons dengan menyebut sedang mempertimbangkan rencana produksi global dalam jangka panjang. "Rusia masih menjadi salah satu pasar penting bagi BMW Group, termasuk adanya dukungan dari mitra produksi seperti Avtotor," ujar juru bicara tersebut.

Avtotor saat ini menjadi mitra produksi sedan BMW Seri 3, Seri 5, dan model SUV produsen tersebut di Rusia. Lini kendaraan tersebut dirakit dalam fasilitas yang terletak di kawasan Kaliningrad. Komponen kendaraan rakitan Avtotor dikirim dari Jerman dalam kondisi semi-knockdown.

Terhentinya rencana BMW untuk mendirikan pabrik lokal di Rusia, bisa menghambat rencana mengganggu dominasi Mercedes Benz di negara tersebut. Induk perusahaan Mercedes Benz, Daimler, sendiri sudah memiliki fasilitas produksi lokal, yang terletak di dekat Moscow.

 Pabrik BMW

Berdasarkan data yang dimiliki Asosiasi Bisnis Eropa yang berbasis di negara tersebut, Mercedes tercatat mengungguli BMW dalam hal penjualan sepajang 2019. Namun, pertumbuhan penjualan BMW disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yakni 17 persen, sedangkan penjualan Mercedes hanya berkembang 11 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini