nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Indonesia, Produsen Ini Angkat Kaki dari Thailand dan Australia

Medikantyo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 13:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 52 2169649 setelah-indonesia-produsen-ini-angkat-kaki-dari-thailand-dan-australia-wuGaixDqag.jpg Ilustrasi pabrik General Motors (Foto: Okezone.com/Istimewa)

DETROIT - Keputusan untuk menarik diri dari pasar otomotif di luar Amerika Serikat dan China, dilakukan oleh grup produsen General Motors (GM). Melalui pernyataan resmi perusahaan tersebut, yang dilansir dari laman Reuters, GM akan mengurangi aktivitas di Australia, Selandia Baru, dan Thiland.

Untuk pasar Australia dan Selandia Baru, GM secara spesifik akan mulai mengurangi aktivitas di beberapa bidang terkait produk mobilnya. Termasuk menurunkan tingkat operasi di bidang penjualan, pengembangan produk, sampai produksi mesin di negara tersebut.

 General Motors

Rencana untuk menarik diri dari pasar Australia dan Selandia Baru tersebut juga berdampak langsung pada nasib merek Holden. GM berencana akan menghentikan peredaran seluruh lini kendaraan keluaran Holden di pasar kedua negara itu, mulai 2021 mendatang.

General Motors juga mengumumkan berhentinya penjualan mobil merek Chevrolet di Thailand. Keputusan itu akan berlaku secara resmi mulai akhir tahun 2020 ini. GM sendiri tidak merinci tenggat pasti berakhirnya layanan penjualan mobil di salah satu pasar kawasan Asia Tenggara itu.

Keputusan untuk hengkang dari tiga negara dalam waktu bersamaan menandakan percepatan GM, untuk mengakhiri operasi di kawasan yang kurang menguntungkan. Sejauh ini pemasukan terbesar produsen yang bermarkas di Detroit, Amerika Serikat itu bergantung pada penjualan di Amerika Serikat, China, Amerika Latin, dan Korea Selatan.

Strategi untuk menarik diri secara bertahap dari sejumlah negara disebut GM berkaitan erat dengan pertumbuhan industri mobilitas di masa depan. "Akan ada prioritas investasi secara global pada pasar yang menguntungkan, disamping dorongan pertumbuhan mobil listrik dan berteknologi otonom," kata CEO GM, Mary Barra.

 Chevrolet

Oktober lalu, produsen yang sama membuat keputusan mengejutkan dengan menyetop penjualan merek Chevrolet untuk pasar Indonesia mulai Maret 2020 mendatang. Namun, produsen tersebut melalui General Motors Indonesia mengaku masih mempertahankan unit layanan purnajual sampai waktu yang belum ditentukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini