Kebijakan Mobil Listrik Inggris Undang Reaksi Produsen Mobil

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 52 2177711 kebijakan-mobil-listrik-inggris-undang-reaksi-produsen-mobil-RUDuEMBEtM.jpg Mobil McLaren P1 berteknologi hybrid (Foto: Okezone.com/Istimewa)

LONDON - Keinginan pemerintahan di Eropa untuk secepatnya menerapkan kebijakan kendaraan elektrifikasi mendapat pertanyaan dari produsen. CEO McLaren, Mike Flewitt, menyebut pemerintah negara seperti Inggris wajib menjelaskan langkah nyata mendukung produsen memenuhi target elektrifikasi sesuai target.

Inggris menjadi negara pertama yang mengajukan rencana pelarangan seluruh model mobil bermesin konvensional maupun hybrid pada 2035. Sehingga mengharapkan produsen otomotif berupaya mengembangkan model kendaraan listrik penuh yang bisa diproduksi massal saat peraturan itu diterapkan.

Flewitt merasa pihak produsen berhak memilih langkah penerapan kebijakan elektrifikasi secara bertahap sesuai kemampuan, bukan dipaksa mengikuti target. McLaren, sebagai contoh, masih menganggap penting penggunaan prinsip elektrifikasi pada mobil buatannya dengan teknologi hybrid lebih dahulu.

Jalan itu dipilih sebelum produsen asal Inggris benar-benar mampu membuat model kendaraan listrik berbasis baterai penuh sesuai standar. Termasuk menjaga kelengkapan fitur serta kehandalan model tersebut saat sampai di tangan konsumen.

"Selaku produsen, saya yakin memiliki kesiapan untuk dapat menjual mobil listrik jika diminta. Namun, pemerintah seharusnya menjelaskan detail arahan agar kebijakan tersebut berjalan nyata," ujar Flewitt.

Teknologi hybrid menurut Flewitt menjadi jalan paling realistis dan efektif untuk menurunkan tingkat emisi karbon yang jadi perhatian bersama pemerintah dan produsen. Apalagi, masih ada kemungkinan teknologi ini dikembangkan dalam jangka waktu lebih panjang.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini