Virus Corona Bikin Penjualan Mobil Honda Turun 11%

INews.id, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 04 52 2194048 virus-corona-bikin-penjualan-mobil-honda-turun-11-xgNptT8Kry.jpg (Foto: Honda)

JAKARTA - Wabah virus corona berdampak pada penjualan mobil. Honda salah satu produsen mobil yang terkena imbas dari pandemi virus tersebut.

Dikutip inews, pasar otomotif nasional pada Maret 2020 mulai terdampak pembatasan aktivitas akibat meluasnya wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Untuk mengantisipasi penurunan pasar, PT Honda Prospect Motor (HPM) memfokuskan strateginya menjaga penjualan dan pasokan tetap sehat.

Pada Maret 2020, penjualan mobil Honda di Indonesia tercatat sebanyak 10.657 unit atau turun 11 persen dari bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar penjualan pada Maret masih berasal dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit.

Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit. Di jajaran mobil premium, Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit, disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit.

“Dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. Karena itu, kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020," ujar Business Innovation and Marketing and Sales Director PT HPM, Yusak Billy dalam siaran persnya yang diterima iNews.id, Jumat (18/3/2020).

Dia menjelaskan, selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini.

"Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini