Dampak COVID-19, Penjual Mobil Bekas Akui Penurunan Penjualan 30%

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 18 April 2020 06:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 17 52 2200910 dampak-covid-19-penjual-mobil-bekas-akui-penurunan-penjualan-30-mL7xciu3ja.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Penjual mobil bekas di Indonesia mengakui bahwa virus corona (COVID-19) telah memberikan dampak pada tingkat penjualan mobil bekas. Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengungkapkan penurunanya mencapai 30 persen dibandingkan bulan-bulan normal sebelum pandemi COVID-19.

Ia menambahkan pada Januari-Februari 2020 penjualan masih normal, bahkan penjualan mencapai 600-700 unit per bulan. Namun angka tersebut merosot hingga 30 persen pada Maret 2020 karena kebijakan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

"Jadi sebenarnya yang turun sekali itu jumlah kunjungan customer yang mau melihat-lihat dulu. Tingkat kunjungan turun hingga 70 persen kalau pembelian itu sekitar 30 persen. Tidak terlalu banyak untuk bulan Maret," kata Fischer kepada Okezone, Jumat (16/4/2020).

Lebih lanjut Fischer menambahkan penjualan terus menurun pada awal April 2020. Seperti diketahui, pada 10 April 2020 DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga toko mobil bekas juga harus ditutup.

"Masuk bulan April itu kan lebih ketat lagi dan kemarin saat tanggal 10 diperlakukan juga PSBB, kita termasuk bidang usaha yang tidak kita kecualikan, artinya harus tutup. Jadi kalau bicara tutup, kunjungannya nol," imbuh dia.

Meskipun demikian, Fischer menambahkan bahwa Mobil88 masih membuka toko online, kunjungan pada webiste pun terus meningkat. Ini membuktikan bahwa masih ada beberapa orang yang tertarik untuk memberi mobil bekas, namun karena pembatasan tidak bisa melihat langsung ke toko fisik (showroom). Sehingga salah satu alternatif untuk bertahan ditengah pandemi COVID-19 ini adalah meningkatkan penjualan secara online.

"Bagi calon pembeli dapat melihat-lihat melalui website dan untuk mencoba mobil akan langsung di antarkan ke rumah. Termasuk untuk test drive, negosiasi, dan transfer semua dilakukan di rumah customer," imbuh dia.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini