Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Meningkat pada 2021

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 18 April 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 52 2200921 penjualan-mobil-bekas-diprediksi-meningkat-pada-2021-Lo7Hd0HAdt.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Pandemi virus corona (COVID-19) telah memberikan dampak pada industri otomotif, termasuk penjualan mobil bekas. Penjualan mobil bekas terpengaruh setelah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bahkan seluruh showroom mobil bekas tutup.

Menurut Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, penjualan telah menurun pada Maret 2020 hingga 30 persen. Kemungkinan angka penurunan akan lebih tinggi pada April 2020 karena adanya kebijakan PSBB.

"Masuk bulan April itu kan lebih ketat lagi dan kemarin saat tanggal 10 diberlakukan juga PSBB, kita termasuk bidang usaha yang tidak kita kecualikan, artinya harus tutup. Jadi kalau bicara tutup, kunjungannya nol," imbuh dia.

Untuk itu, lanjut Fisher pihaknya meningkatkan penjualan online dengan layanan Car On Delivery (COD) atau layanan tes hingga pembelian dilakukan di rumah.

Lebih lanjut, pihaknya optimis bahwa pandemi COVID-19 pada akhir tahun selesai. Meskipun demikian, dia menambahkan penjualan akan kembali normal pada tahun depan.

"Akhir tahun masalah pandemi ini kami optimis selesai, karena seluruh orang di dunia telah mengusahakan solusinya. Namun ketika pandemi selesai, dampak ekonominya mungkin belum selesai. Saya melihatnya akhir tahun belum kembali ke normal, mungkin balik ke normal tahun 2021," kata dia.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini