China Pangkas Subsidi Mobil Listrik di Tengah Pandemi COVID-19

Sindonews, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 52 2204753 china-pangkas-subsidi-mobil-listrik-di-tengah-pandemi-covid-19-ql4p0FaBzq.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- China memangkas subsidi kendaraan energi baru (NeV) sebesar 10 persen di tengah pandemi COVID-19. Pasar mobil di Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pengurangan subsidi yang dilakukan pemerintah China sudah mulai efektif, tetapi dilakukan secara bertahap.

Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (25/4/2020) menyambut kebijakan tersebut, Tesla malah menaikkan harga jual mobilnya di China. Saat menerima subsidi penuh, Standard Range Tesla Model 3 yang dirakit di Shanghai dibanderol CNY299.050 atau sekitar Rp654 juta. Setelah subsidi dikurangi, harga jualnya naik CNY4.500 atau Rp9,8 juta, menjadi CNY303.550.

Sementara itu, untuk Long Range Tesla Model 3 yang rencananya meluncur Juni mendatang, saat disubsidi penuh bakal dijual CNY339.050. Tetapi setelah ditetapkan pemangkasan subsidi, harganya naik sebesar CNY5.000 atau sekitar Rp10,9 juta, menjadi CNY344.050 atau sekitar Rp753 juta.

Sebelumnya diberitakan, meski subsidi untuk NEV dikecilkan, tetapi dalam peraturan terbarunya pemerintah China tetap memberikan insentif kepada pembeli mobil ramah lingkungan hingga 2022. Insentif tersebut berupa pembebasan pajak jika pembelian sudah dua tahun.

Hanya saja insentif itu bisa dirasakan oleh pembeli kendaraan penumpang dengan harga di bawah CNY300.000 atau sekitar Rp663 juta. Artinya, mobil-mobil listrik premium tidak akan mendapat keringanan dari pemerintah China.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini