Perhatikan Ini saat Memanaskan Kendaraan di Rumah

INews.id, Jurnalis · Senin 27 April 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 87 2205469 perhatikan-ini-saat-memanaskan-kendaraan-di-rumah-XLt5g6uAJm.jpg (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Saat pandemi Covid-19, banyak orang memilih berada di rumah untuk mencegah tertularnya virus corona. Meskipun di rumah, bagi pemilik kendaraan, mereka tetap dapat memanaskan kendaraan.

Saat memanaskan kendaraan di rumah, tentu ada hal yang perlu diperhatikan, salah satunya emisi gas buang. Dikutip inews, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Cilandak, Jakarta Selatan, Rafi'i Sinurat mengatakan, langkah penting saat di rumah mobil harus sering dipanaskan (engine on).

Lakukan ini setiap 1-2 hari sekali. Tujuannya agar performa aki (accu/baterai) tetap stabil.

Jika kendaraan diparkir di dalam garasi tertutup, sebaiknya pintu atau gerbang dibuka. Ini agar polusi udara dari knalpot tidak terjebak di ruangan. Perhatikan pula posisi kendaraan. Apakah gas buang mengarah ke rumah atau tidak ini untuk menghindari orang di rumah keracunan gas buang (CO2).

"Perlu diingat saat memanaskan mesin kendaraan sebaiknya posisi knalpot atau bagian belakang mobil mengarah ke luar pagar atau garasi rumah dengan kondisi pagar atau garasi terbuka langsung menuju udara bebas. Langkah ini dilakukan untuk menghindari asap knalpot terkumpul di udara sekitar rumah tanpa terjadi sirkulasi udara yang baik," kata Rifi'i dalam keterangan tertulis.

Dia menyebutkan saat menghidupkan mesin indikator mobil sudah mencapai titik panas adalah setelah temperatur mesin mencapai 80-90 derajat, di mana cooling fan secara otomatis akan aktif atau berputar.

Kipas pendingin radiator ini secara otomatis akan off jika suhu mesin sudah mencapai kondisi ideal kembali. Saat itulah proses pemanasan mesin sudah bisa diselesaikan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini