Pengamat Otomotif Jelaskan Alasan Supercar Mudah Hancur Setelah Kecelakaan

INews.id, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2020 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 52 2210597 pengamat-otomotif-jelaskan-alasan-supercar-mudah-hancur-setelah-kecelakaan-3echEIaq6E.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu supercar mewah McLaren MP4-12C mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi, Bogor. Supercar tersebut mengalami rusak parah hingga hancur.  Pengamat otomotif dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu turut mengomentari alasan mengapa supercar kerap kali rusak parah setelah kecelakaan.

Ia mengungkapkan mobil supercar menggunakan konsep Crumple Zone (zona benturan). Biasanya dibuat dari bahan serat karbon yang ringan.

"Hampir semua supercar sudah menerapkan konsep Crumple Zone, yakni sebuah zona di kendaraan yang didesain untuk menyerap energi kinetik saat kecelakaan," ujarnya, seperti dikutip dari laman iNews.id.

Dia menuturkan sebelum hancur, McLaren tersebut menabrak pohon palem di pinggir jalan tol sebanyak dua kali. Akibatnya, seluruh bodi hancur, namun pengemudi dan penumpang hanya luka ringan.

Menurut Jusri hal tersebut justru baik, pasalnya semakin baik suatu kendaraan memiliki area crumple zone, saat benturan, semua bagian kendaraan harus hancur.

"Tapi area kabin tetap terjaga. Jadi itulah sebenarnya yang terbaik," imbuhnya.

Crumple zone dirancang khusus sehingga mudah terdeformasi. Sementara bagian kabin penumpang diperkuat dengan menggunakan baja berkekuatan tinggi dan bahan lain sehingga keselamatan pengemudi dan penumpang kendaraan lebih terjamin.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini