Pandemi Covid-19, Aston Martin Rugi Rp2,17 Triliun pada Q1

Sindonews, Jurnalis · Kamis 14 Mei 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 52 2213835 pandemi-covid-19-aston-martin-rugi-rp2-17-triliun-pada-q1-ym2nmw97cS.jpg (Foto: IST)

LONDON - Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap industri otomotif, termasuk mempengaruhi penjualan kendaraan. Hampir sepertiga penjualan Aston Martin turun pada kuartal I 2020, dikutip Sindonews.

Penjualan turun pada Q1 lantaran pandemi Covid-19 yang memaksa dealer harus tutup. Akibatnya, perusahaan merugi hingga USD146 juta atau sekitar Rp2,17 triliun.

Chief Executive Aston Martin, Andy Palmer mengatakan, Covid-19 dan shutdown ekonomi global sangat berdampak pada kinerja perusahaan di kuartal I.

Aston Martin telah proyeksikan penurunan penjualan ritel sebesar 31% di tahun ini. Produsen mobil asal Gaydon, Inggris ini juga telah memangkas staf, dan memotong gaji manajemen senior sebagai bagian dari langkah penanganan krisis akibat pandemi.

Di sisi lain, Lawrence Stroll, miliarder Kanada pemimpin l konsorsium yang mengambil saham Aston Martin awal tahun ini, menilai, rencana memulai kembali operasional pabrik merupakan hal yang harus cepat dilakukan.

Pasalnya, dengan pabrik kembali beroperasi, produksi bisa kembali berjalan terutama perakitan SUV pertama DBX, serta bisa membawa alur bisnis kembali normal.

Saat ini, pabrik Aston Martin yang berlokasi di St. Athan, Wales, sudah disiapkan untuk beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi para pekerjanya. Pabrik inilah yang rencananya akan merakit DBX.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini