Relaksasi PSBB Bawa 'Angin Segar' untuk Industri Otomotif

INews.id, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 52 2228989 relaksasi-psbb-bawa-angin-segar-untuk-industri-otomotif-s0gDZlnbTM.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produsen kendaraan di Indonesia kembali membuka operasionalnya, dikutip iNews. Dealer-dealer dan pabrik yang sempat berhenti kini sudah beroperasi kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Produsen lima besar di Indonesia Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, dan Honda, sudah mulai membuka outlet dan aktivitas pabrik.

Pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah kembali beroperasi sejak 3 Juni 2020. Mereka tetap berupaya memenuhi kebutuhan kendaraan di dalam negeri meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Memasuki bulan Juni 2020, sudah banyak area di Indonesia yang melakukan relaksasi PSBB, sehingga roda perekonomian mulai menggeliat kembali," ujar Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra.

Sampai dengan Mei 2020, pasar otomotif di Indonesia mengalami penurunan. Alasannya, penerapan PSBB di sejumlah tempat membuat aktivitas penjualan dan daya beli masyarakat menurun.

Sementara itu, Suzuki telah menghentikan sementara kegiatan operasional pabrik dari 13 April hingga 22 Mei 2020. Secara bertahap mereka telah mengoperasikan kembali pabrik mulai 26 Mei 2020. Keputusan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan ekspor karena pasar internasional mulai berangsur pulih dari dampak pandemi Covid-19.

“Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali secara bertahap untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar internasional sudah mulai pulih pascapandemi Covid-19. Namun, pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan," ujar President Director PT Suzuki Indomobil Motor (SIM)-Suzuki Indomobil Sales (SIS), Seiji Itayama.

"Kami juga memastikan tetap menjalankan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawan dalam pengoperasian pabrik. Ini adalah langkah kami untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal sambil terus mendukung perekonomian Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui penjualan mobil nasional terpukul alibat Covid-19. Penjualan (retail sales) mobil nasional selama Januari-Mei 2020 sebanyak 260.000 unit atau turun 40 persen dibanding tahun lalu. Daihatsu sebagai salah satu pemain otomotif di Indonesia, juga mengalami kontraksi volume penjualan.

Untuk whole sales (pabrik ke dealer) penjualan mobil nasional selama periode Januari-Mei 2020 sebanyak 248 ribu unit atau turun 41 persen dibanding 2019.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini