Fitur Autopilot Tesla Digugat di Pengadilan Jerman

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 52 2245420 fitur-autopilot-tesla-digugat-di-pengadilan-jerman-zYGyTw9djv.jpg (Foto: Carcoops)

JAKARTA - Fitur Autopilot yang menjadi salah satu andalan Tesla akan digugat di pengadilan Jerman. Rencananya, sidang akan dilakukan pada pekan depan.

Produsen mobil asal California, Amerika Serikat (AS) ini dituntut oleh Center for Protection Against Unfair Competition, sebuah organisasi nirlaba yang fokus terhadap persaingan usaha yang tidak sehat.

Lembaga ini menggugat tentang cara produsen mobil tersebut mempromosikan fitur bantuan pengemudi yang sebagian otomatis. Menurut gugatan itu, Tesla menjanjikan pelanggan lebih dari yang diberikan oleh Autopilot.

"Landasan hukum untuk mobil tanpa pengemudi bahkan belum ada di Jerman," kata Andreas Ottofuelling, pengacara untuk lembaga itu, dilansir dari Carscops, Senin (13/7/2020).

"Selain itu, fungsi-fungsi lain belum berfungsi seperti yang diiklankan," tambah dia.

Tesla telah membuat klaim atas kemampuan Autopilot atas mobil produksinya beberapa tahun terakhir. Bahkan, fitur "Full Self Driving" mulai diberikan pada 2016.

Pada 2020, Tesla ternyata masih memerlukan driver yang memanfaatkan sistem Autopilot di mobilnya.

Jika pengadilan memutuskan Tesla kalah, produsen mobil ini harus menghapus semua klaim terkait Autopilot dari situs webnya. Itu akan menambah satu kendala lagi bagi Tesla yang banyak dihadapi di Eropa, di mana peraturan telah memaksa mereka untuk membatasi bagaimana fitur Autopilot dapat digunakan.

Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk mengatakan baru-baru ini bahwa mereka sangat dekat untuk mencapai Level 5 otonomi tahun ini dengan teknologi mereka.

"Saya tetap yakin bahwa kami akan memiliki fungsionalitas dasar untuk otonomi Level 5 selesai tahun ini," kata Musk.

(wdi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini