Setelah Jerman, Isu Autopilot Tesla Ramai di Inggris

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 52 2247887 setelah-jerman-isu-autopilot-tesla-ramai-di-inggris-J1ZS4Fw4xe.jpg (Foto: Carscoops)

LONDON - Pengadilan Jerman memutuskan bahwa Tesla telah menyesatkan pelanggan mengenai mobil self driving atau sistem autopilot yang disebut semi-autonomous driving system.

Selanjutnya, pengadilan yang berada di Munich melarang Tesla menggunakan pesan tertentu terkait sistem autopilot ini dalam iklannya di Jerman. Demikian dilansir dari Carscoops, Jumat (17/7/2020).

Kini, isu soal iklan berlebihan atas autopilot Tesla juga ramai di Inggris, Pakar keselamatan mobil terkemuka di Inggris Matthew Avery yang berasal dari Thatcham Research, yang juga anggota dewan Euro NCAP mengungkapkan bahwa teknologi Autopilot Tesla dalam iklan disebut menyesatkan.

Baca juga: Cerita si Maung, Mobil Rintis Pindad yang Dipesan Prabowo

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan akan jebakan sistem Autopilot, di mana dalam iklan yang dibuat menyampaikan "sistem self driving". Padahal, menurutnya, itu bukan sistem self driving. Sistem yang ada memberikan bantuan pengemudi, bukan menghilangkan peran pengemudi.

Sementara Tesla mengklaim bahwa semua model baru mereka sudah dilengkapi dengan perangkat yang diperlukan di masa depan untuk sistem self driving penuh.

Sistem yang ada di Tesla saat ini menggunakan serangkaian fitur yang hanya berjalan di garis antara otonomi Level 2 dan Level 3, seperti sistem adaptif kontrol mengemudi, bantuan berjalan di jalur, dan pengereman darurat otomatis.

Tentu, sistem teknologi yang diaplikasikan Tesla mungkin lebih terintegrasi dibandingkan beberapa pesaingnya, tetapi tidak berarti sistem autopilot itu sepenuhnya berjalan mandiri.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini