Produksi Kendaraan Roda Empat Turun 4,2% pada 2019

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 52 2249542 produksi-kendaraan-roda-empat-turun-4-2-pada-2019-AJ2G7tQSCK.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Produksi kendaraan roda empat di Indonesia mencapai 1,28 juta unit kendaraan sepanjang 2019. Nilainya mencapai USD13,17 miliar, turun 4,2 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Walau begitu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika menilai industri otomotif nasional dinilai masih tetap prospektif di masa pandemi Covid-19.

"Hal ini terlihat dari menggeliatnya kembali volume penjualan, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, dan masih tingginya kapasitas produksi dengan didukung populasi kelas menengah," kata dia dilansir dari laman Kemenperin, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Mobil Batman, Ghostbuster dan DeLorean Bakal Dilelang Online

Dia menjelaskan, kinerja ekspor kendaraan bermotor tahun 2019 baik dalam bentuk CBU (mobil dalam keadaan utuh) maupun CKD (mobil dirakit di dalam negeri) mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya yaitu untuk ekspor CBU sebanyak 332 ribu unit meningkat 25,7 persen dari tahun sebelumnya dan ekspor CKD sebanyak 511 ribu set atau meningkat 523 persen dari tahun sebelumnya.

Penjualan kendaraan bermotor (KBM) roda empat atau lebih pada 2019 masih didominasi jenis kendaraan multifungsi (MPV) di bawah 1.500 cc sebanyak 442 ribu unit atau menyumbang sekitar 43 persen dari total penjualan nasional, dan jenis kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) di bawah 1.200 cc sebanyak 217 ribu unit atau menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan nasional.

Putu mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki 22 perusahaan industri KBM roda 4 atau lebih yang memiliki fasilitas perakitan dan atau manufaktur di dalam negeri dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 75 ribu orang, serta tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang.

Di samping itu, saat ini ada sekitar 1.550 perusahaan industri bahan baku dan komponen otomotif dalam negeri, yang terdiri atas 550 perusahaan industri tier 1, dan 1.000 perusahaan industri merupakan tier 2 dan 3.

Dari jumlah tersebut, 237 perusahaan industri tergabung dalam GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) dan 128 perusahaan industri tergabung dalam PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif). 

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini