Perusahaan Jepang Berhasil Uji Mobil Terbang

Sindonews, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 52 2270097 perusahaan-jepang-berhasil-uji-mobil-terbang-IccIPLwRGe.jpg (Foto: Sindonews.com/Daily)

TOKYO - SkyDrive yang merupakan perusahaan asal Jepang berhasil melakukan uji mobil terbang di dunia. Dalam Rekaman video menunjukkan sebuah mobil melayang di udara selama beberapa menit.

Kepala Proyek SkyDrive Tomohiro Fukuzawa mengatakan dia berharap mesin itu dapat dikembangkan dalam tiga tahun dan digunakan dalam kehidupan nyata.

Namun, dia menyadari bahwa sangat penting untuk memastikannya aman digunakan di dunia nyata.

"Lebih dari 100 proyek mobil terbang di dunia tidak banyak yang berhasil diuji ketika ada orang di dalamnya. Saya berharap banyak orang yang mau mengendarainya dan merasa aman. Ia hanya dapat terbang selama lima dan 10 menit tetapi diharapkan dapat berada di udara hingga 30 menit. Sehingga memberikan potensi produk ini dan produsen berharap bisa mengekspor ke China,” ujarnya dilansir dari Daily.

Baca juga: Sepeda Lewat Jalan Tol Berisiko Tinggi, Ini Penjelasannya

Pada prinsipnya, kendaraan evtol (lepas landas dan mendarat vertikal listrik) menawarkan transportasi yang cepat dari satu titik ke titik lainnya. Ini sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan pesawat terbang dan helikopter.

Menurut pabrikan Evtol, konsumen bisa terhindar dari kemacetan lalu lintas, kesulitan di bandara, dan biaya pilot.

Namun, menjadi tantangan besar bagi produk ini untuk dikomersialkan termasuk ukuran baterai dan pengatur lalu lintas udara.

Profesor Institut Robotika Carnegie, Universitas Mellon, Sanjiv Sigh mengatakan ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan bahwa evolusi bekerja dengan baik.
“Kalau harganya USD10 juta, tidak akan ada yang membelinya. Jika bisa terbang selama lima menit, tidak ada yang akan membelinya. Malah kalau sering jatuh dari langit tidak ada yang percaya diri dan mau beli evtol,” ucapnya yang terlibat dalam pengembangan evtol, demikian dilansir dari Sindonews.com.
Proyek SkyDrive dimulai sebagai proyek relawan yang disebut Cartivator pada tahun 2012. Proyek ini didanai oleh perusahaan Jepang terkemuka seperti Toyota, Panasonic dan Bandai Namco.
Pemerintah Jepang yakin mobil terbang dapat mengoperasikan dan menyusun peta jalan sehingga dapat digunakan dalam layanan bisnis pada tahun 2023. Ini akan diperluas di sektor komersial pada tahun 2030.

Profesor Institut Robotika Carnegie, Universitas Mellon, Sanjiv Sigh mengatakan ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan bahwa evolusi bekerja dengan baik.


“Kalau harganya USD10 juta, tidak akan ada yang membelinya. Jika bisa terbang selama lima menit, tidak ada yang akan membelinya. Malah kalau sering jatuh dari langit tidak ada yang percaya diri dan mau beli evtol,” ucapnya yang terlibat dalam pengembangan evtol, demikian dilansir dari Sindonews.com.


Proyek SkyDrive dimulai sebagai proyek relawan yang disebut Cartivator pada tahun 2012. Proyek ini didanai oleh perusahaan Jepang terkemuka seperti Toyota, Panasonic dan Bandai Namco.


Pemerintah Jepang yakin mobil terbang dapat mengoperasikan dan menyusun peta jalan sehingga dapat digunakan dalam layanan bisnis pada tahun 2023. Ini akan diperluas di sektor komersial pada tahun 2030. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini