Mobil Terbang Bakal Jadi Andalan Transportasi Masa Depan

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 52 2272092 mobil-terbang-bakal-jadi-andalan-transportasi-masa-depan-4jcHZpaTZa.jpg (Foto: Asahi)

TOKYO - Sky Drive Inc yang merupakan perusahaan asal Jepang telah berhasil melakukan uji coba penerbangan mobil terbang. Perusahaan telah mencatat sejarah baru itu di Toyota Field pada 25 Agustus silam.

Mobil SD-03 diterbangkan seorang pilot untuk mengitari lapangan mobil terluas di Jepang itu selama empat menit.

“Kami sangat senang dengan capaian ini karena Sky Drive baru berdiri sekitar dua tahun yang lalu,” ujar CEO Sky Drive, Tomohiro Fukuzawa, dikutip CNA.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mobil terbang dapat kita gunakan sebagai moda transportasi baru yang aman dan nyaman,” tambahnya.

SD-03 merupakan mobil listrik yang dapat lepas landas atau mendarat secara horizontal. Ukurannya sekitar dua kali mobil konvensional. Mobil tersebut juga dilengkapi delapan mesin untuk memastikan mobil tetap berada di udara jika mogok. Yamamoto mengatakan desain SD-03 juga tidak sembarangan, tapi dipoles secara futuristik, karismatik, dan apik.

Baca juga: Ferrari Ini Dimodifikasi Jadi Limosine, Diklaim Tercepat dan Dibanderol Rp3 Miliar

Pihak perusahaan berharap mobil terbang akan menjadi bagian dari kehidupan masyatakat dan bukan sekadar barang komoditas. Uji coba lainnya akan dilakukan di masa yang akan datang di tempat yang sama untuk memastikan sistem teknologi dan keamanan mobil itu memenuhi standar yang dikeluarkan otoritas Jepang. Demikian dilansir dari Koran Sindo.

Menilik sejarah, revolusi alat transportasi biasanya terjadi satu abad sekali. Tomohiro juga menilai 100 tahun sejak produksi masal Ford Motor Co. akan ada gebrakan baru. Kesimpulannya, dia memprediksi semua orang akan dapat terbang menuju tempat tujuan di kawasan domestik dalam hitungan menit pada 2050. Saat ini, penawaran global untuk mobil terbang mencapai 158 triliun Yen sampai 2040.

Baca juga: Lionel Messi Punya Sederet Mobil Sport, Termasuk Pagani Zonda Seharga Rp30 Miliar

“Pasar mobil terbang mungkin awalnya hanya akan dinilai sebagai moda transportasi tambahan, sama seperti helikopter,” ujar Rajeev Lalwani, pemerhati dari Morgan Stanley.

“Mobil terbang lalu akan bertransformasi menjadi transportasi murah dan cepat untuk perjalanan jarak dekat atau menengah,” tambahnya.

Meski ada lebih dari 100 proyek mobil terbang di dunia, termasuk yang dikembangkan Boeing Co., Airbus SE, dan Uber Technologies Inc., mobil terbang buatan Sky Drive unik karena desainnya sangat kecil dan tampak lebih praktis. Mobil yang dilengkapi dua kursi dan sepasang propeller di empat sudut itu juga dapat menggunakan energi listrik.

Sebagian orang tetap skeptis dengan penggunaan mobil terbang sebagai alat transportasi. Meski demikian, pemerintah Jepang berjanji untuk membantu memasarkan mobil terbang buatan Jepang pada 2023. Pengembangan mobil terbang sendiri dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dan menjangkau wilayah pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan darat.

Sky Drive telah melakukan riset sejak 2014 dan resmi berdiri pada 2018. SD-03 buatan mereka memiliki tinggi 1,5 meter, panjang 4 meter, dan lebar 3,5 meter. Mobil itu dapat terbang dengan kecepatan 100 kilometer per jam dan jarak tempuh hingga beberapa puluh kilometer. Proyek itu menarik lebih dari 100 sponsor, mulai dari NEC Corp., Panasonic Corp., hingga Yazaki Corp.

“Kami berharap mobil terbang ini dapat beroperasi di Tokyo dan Osaka pada 2023,” kata Tomohiro. “Saat ini, kami perlu memperoleh izin penerbangan komersial dan memastikan keamanan dan keselamatan kendaraan. Itu merupakan dua tantangan terbesar yang dihadapi seluruh pengembang mobil terbang di dunia,” tambahnya.

Tomohiro berharap mobil terbang buatannya dapat digunakan sebagai moda transportasi jarak dekat di Osaka Bay. Waktu tempuh antar Universitas Studios Japan, Osaka Expo, dan Osaka Aquarium Kaiyukan dapat berlangsung lebih cepat dan diestimasikan hanya mencapai 3-5 menit. Pemerintah juga siap mendukung.

Dengan duakursi, hanya satu penumpang per perjalanan yang dapat naik mengingat kursi kemudi akan dioperasikan pilot khusus. Pada 2024, Sky Drive berharap dapatmenjaring sebanyak 1.000 pe-numpang. “Saya belum menghitung berapa tarifnya, tapi sayayakin akan lebih murah diban-dingkan helikopter,” kata Tomohiro.

Jepang akan menjadi pasarawal Sky Drive sebelum merekamemperlebar sayap menujuAsia Tenggara. Sky Drive me-nyasar Asia Tenggara meng-ingat kota-kota besar di AsiaTenggara mengalami satu per-masalahan serupa, yakni kema-cetan.

Desainnya yang kecil jugadapat digunakan dari lokasi pa-dat bangunan. “Kami berharapdapat melakukan penjualan sedikitnya 100 kendaraan pada 2028,” ujar Tomohito.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini