Ramah Lingkungan, Mobil Ini Jadikan Sinar Matahari sebagai Sumber Energi

INews.id, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 52 2272510 ramah-lingkungan-mobil-ini-jadikan-sinar-matahari-sebagai-sumber-energi-sbuzG0j5HK.jpg (Foto: Workout)

TORONTO - Sangat inovatif dan ramah lingkungan, perusahaan aksesoris kendaraan, Worksport, menciptakan panel surya yang dipasang sebagai penutup bak kargo pada mobil pikap.

Berbekal panel surya ini, sinar matahari dijadikan sumber energi sebagai sumber tenaga penggerak bagi mobil pikap ini.

"Ini adalah hari yang luar biasa di tahun yang luar biasa untuk Worksport," kata CEO Worksport, Steven Rossi dikutip dari Off Grid Energy Independence, Jumat (4/9/2020),

Seperti diketahui, panel surya berfungsi mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Daya listrik tersebut kemudian disalurkan di bank baterai.

Listrik tersebut dapat dipakai untuk mengisi daya selama perjalanan. Ini tentu menjadi salah satu solusi bagi pengemudi yang tidak ingin membuang waktu mencari stasiun pengisian daya listrik. Demikian dilansir dari iNews.id.

Sebuah mobil terbakar di bawah flyover Cawang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019) malam. Diduga, kebakaran akibat korsleting listrik pada bagian mesin kendaraan.

Panel surya bernama TerraVis itu menggunakan monocrystalline yang diklaim dapat memberikan efisiensi daya hingga 22 persen dengan baterai mampu menyimpan tenaga listrik sebesar 2kW. Jika tidak menggunakan panel surya, baterai dapat diisi menggunakan fast charging di rumah selama 15-30 menit.

Selain untuk mobil, tenaga listrik dari solar panel bisa digunakan untuk keperluan kelistrikan lain, misal sumber listrik untuk gerai mini jika mobil ini dipakai sebagai alat usaha.

"Saat peluncuran dilakukan, pelanggan dan investor dapat melihat seberapa banyak pekerjaan yang kami lakukan pada produk tenaga surya berteknologi maju ini. Kami harap ini akan bermanfaat bagi perusahaan," kata Rossi.

Sayang, perusahaan tidak memberikan informasi mengenai harga dari TerraVis. Begitupun dengan pemasarannya apakah sudah tersedia di pasar luar Amerika Serikat atau hanya di dalam negeri. 

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini