Daimler Siapkan Rp32 Triliun Selesaikan Kasus Kecurangan Emisi di AS

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 52 2277976 daimler-siapkan-rp32-triliun-selesaikan-kasus-kecurangan-emisi-di-as-VGVojnoaJv.jpg (Foto: Shutterstock)

 WASHINGTON - Daimler AG akan membayar USD2,2 miliar atau Rp32,3 triliun (kurs Rp14.678 per USD) akibat kecurangan emisi diesel kepada pemerintah Amerikat Serikat (AS) dan klaim dari 250.000 pemilik kendaraan AS.

Hal tersebut terungkap dalam dokumen pengadilan di AS, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Ini Cara Mengemudi Mobil yang Aman Saat Hujan Deras

Baca juga: VW Siap Diadu dengan Tesla untuk Produksi Mobil Listrik

Produsen mobil asal Jerman dan unit bisnisnya, Mercedes-Benz USA LLC mengungkapkan bahwa mereka telah mencapai penyelesaian atas klaim pelanggaran lingkungan atas 250.000 mobil diesel dan van di AS yang diakali dengan menggunakan softwere untuk menghindari aturan emisi pada 13 Agustus 2020.

Daimler mengatakan perkiraan biaya penyelesaian dengan otoritas AS akan bernilai USD1,5 miliar, penyelesaian dengan pemilik akan menelan biaya USD700 juta lagi dan juga mengungkapkan akan ada biaya senilai tiga digit dalam mata uang euro untuk memenuhi persyaratan penyelesaian kasus ini.

Wakil Jaksa Agung Jeff Rosen mengatakan penyelesaian terjadi setelah dilakukan penyelidikan hampir lima tahun. Hal ini diharapkan membuat pihak-pihak yang ingin melanggar undang-undang tentang polusi mengurungkan niatnya.

Dalam dokumen pengadilan, Daimler setuju untuk membayar pemilik 250.000 kendaraan sebesar USD3.290 masing-masing untuk memperbaiki kendaraan yang menyebabkan polusi.

Dalam pengadilan, Daimler menyangkal tuduhan dan tidak mengakui tanggung jawab apa pun. Penyelesaian tidak termasuk monitor kepatuhan eksternal.

Walau begitu, produsen mobil Jerman itu masih menghadapi penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung dan dapat menghadapi hukuman finansial tambahan dari AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini