Hindari Kaca dan Bodi Jamuran, Mobil Usai Hujan-hujanan Harus Dicuci

INews.id, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 52 2278794 hindari-kaca-dan-bodi-jamuran-mobil-usai-hujan-hujanan-harus-dicuci-E0xPt8Bv0H.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Musim penghujan telah tiba. Hujan lebat pun sewaktu-waktu bisa hadir. Harus diingat, air hujan mengandung zat asam tinggi.

Nah, zat asam yang ada di air hujan ini bisa merusak cat kendaraan. Untuk itu, jika mobil terkena air hujan sebaiknya dicuci atau minimal dibilas dengan air bersih agar tidak mengering dan meninggalkan bekas.

"Segera cuci mobil setelah tersiram air hujan. Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan lap. Jila tidak, air hujan akan meninggalkan bekas yang berbahaya untuk cat mobil," ujar Operation Manager Luminoz Adrain Hartanto dilansir dari iNews.id, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Harley Davidson Didenda Rp44 Miliar untuk Kurangi Polusi Udara

Baca juga: China Bakal Pacu Penjualan Mobil Hidrogen

Dia menjelaskan, air hujan mengandung asam, mineral dan senyawa kimia yang mampu merusak cat dalam jangka waktu lama. "Zat-zat ini awalnya akan membuat buram namun lambat laun akan menjadi kerak (putih) dan susah dibersihkan," katanya.

Cara membilas mobil yang baru terkena air hujan sangat mudah, dia memaparkan, yakni cukup menyiramkan air ke seluruh bagian bodi. Tak hanya itu, penggunaan sabun juga diperbolehkan.

"Mudah saja, cukup bilas pakai air bersih sehingga air hujan tak lagi menempel di permukaan cat. Agar hasil lebih maksimal, boleh pakai sabun khusus bodi mobil kemudian keringkan pakai kain chamois," kata dia. 

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini