BlackBerry Banting Setir ke Industri Otomotif

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 52 2279799 blackberry-banting-setir-ke-industri-otomotif-Kc3SQQ4eq9.jpg (Foto: Autoevolution)

BERSAMA dengan Microsoft dan Windows Phone, BlackBerry menjadi "sejarah" dalam industri mobile. Kini, perusahaan asal Kanada tersebut tengah berjuang di sektor otomotif.

Apa yang dilakukan BlackBerry saat ini adalah bersaing dengan Android dan Linux untuk mendukung pengalaman berkendara pada kendaraan listrik.

Baru-baru ini, BlackBerry menandatangani kesepakatan dengan Desay SV Automotive untuk membangun pengontrol domain kemudi otonom untuk Xpeng P7 yang dibangun oleh Xpeng Motors.

Dengan kata lain, BlackBerry akan menghadirkan sistem operasi yang diperlukan, sementara Desay akan berkontribusi dengan kontrol penggerak otomatis yang disebut IPU-03.

Baca juga: Volkswagen Bakal Jual Bugatti ke Pengusaha Kroasia?

Baca juga: Pemilik Mobil Merek Ini Lebih Mudah Dapat Jodoh

Bersama-sama, mereka berencana untuk menawarkan pengalaman berkendara yang unik di kendaraan listrik China. Demikian dilansir dari Autoevolution, Jumat (18/9/2020).

Salah satu hal yang menjadi fokus sistem operasi BlackBerry yang bernama QNX adalah sistem ini sepenuhnya berfokus pada keamanan. Hal ini diklaim merupakan sesuatu yang telah menjadi bagian dari DNA BlackBerry selama bertahun-tahun.

Di saat mobil semakin pintar berkat penambahan teknologi generasi terbaru, berinvestasi dalam keamanan perangkat lunak untuk industri otomotif harus menjadi prioritas. Dan BlackBerry tampaknya mengetahui hal ini dengan sangat baik, sehingga diharapkan QNX pada akhirnya akan menjadi platform pilihan bagi lebih banyak pembuat mobil.

Sedangkan untuk sistem penggerak cerdas di Xpeng P7, hanya menggunakan perangkat keras generasi terbaru, termasuk platform NVIDIA Xavier, yang seharusnya membaca dan menganalisis data dari sensor lebih cepat daripada produk pesaing.

“Platform NVIDIA Xavier memiliki kapasitas komputasi hingga 30 triliun operasi per detik (TOPS), membuatnya mampu memproses input data besar-besaran dari berbagai sensor kendaraan, termasuk radar, kamera, lidar, dan sistem ultrasonik, secara real time dan berjalan algoritma seperti persepsi, pemosisian, perencanaan, dan kontrol tanpa penundaan,” demikian diungkapkan BlackBerry dalam keterangan tertulisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini