Pantangan Motor Bermesin Injeksi, Jangan Sampai Kehabisan Bensin

INews.id, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 52 2283475 pantangan-motor-bermesin-injeksi-jangan-sampai-kehabisan-bensin-svSL8RNfWk.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mesin berteknologi injeksi saat ini sudah umum menempel di sepeda motor. Kelebihan motor injeksi dibanding karburator adalah lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan pengendara motor. Salah satu pantangan yang tidak boleh terjadi pada motor sistem injeksi adalah kehabisan bahan bakar.

"Jika dibiarkan, komponen tersebut lama-kelamaan akan rusak," ujar pemilik bengkel Beji's Motor Anjas Marbun dilansir dari iNews.id.

Baca juga: Pajak 0%, Harga Mobil Baru di Indonesia Jadi Rp100 Jutaan

Baca juga: BMW Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Produksi Komponen Mobil Listrik di Jerman

Selain sistem injeksi, menurut Anjas, apabila bahan bakar dibiarkan minim atau tangki sampai kering bisa merusak komponen fuel pump. Dampaknya merembet pada indikator bensin.

"Kalau indikator bensin rusak, dapat membuat takaran bensin di tangki dan indikatornya tidak sesuai. Akibatnya, perlu dilakukan kalibrasi ulang. Bahkan dilakukan penggantian jika sudah parah," katanya.

Untuk itu, Anjas menyarankan jangan biarkan bahan bakar di tangki motor kosong. "Sebaiknya lakukan pengisian bensin saat indikator bensin digital minimal menunjukkan isi dua bar atau minimal setengah dari kapasitas bensin penuh. Jangan sampai kosong," ujarnya.

Dia menambahkan agar injektor dalam kondisi prima, sebaiknya rutin perawatan gurah injektor setiap interval 10.000 km. Bisa juga dengan menuangkan cairan pembersih carbon cleaner ke dalam tangki setiap 3.000 km sekali.

"Selain injektor, wajib pula perhatikan kondisi filter udara. Filter sebaiknya dicek rutin dan dibersihkan setiap interval 3.000 atau 4.000 km sekali," kata Anjas.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini