Beli Mobil Listrik secara Kredit Kini Tanpa DP

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 52 2286644 beli-mobil-listrik-secara-kredit-kini-tanpa-dp-BGtgu3DrfQ.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Stimulus untuk menggairahkan industri otomotif kembali digulirkan. Kali ini Bank Indonesia (BI) melakukan pelonggaran bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan listrik secara kredit atau mencicil.

Bank sentral telah melakukan penyempurnaan ketentuan uang muka bagi pemberian Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan menjadi 0%.

"Kendaraan bermotor berwawasan lingkungan adalah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Produsen Mobil Listrik China Bangun Pabrik Baru Senilai Rp8,7 Triliun

Baca juga: Biaya Perawatan dan Perbaikan Mobil Listrik Lebih Hemat 50%

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/13/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/8/2018 tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka), berlaku efektif sejak 1 Oktober 2020.

Penyempurnaan ketentuan PBI LTV/FTV dan Uang Muka merupakan tindaklanjut dari Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Agustus 2020, yang memutuskan untuk menurunkan batasan minimum uang muka (down payment) dari kisaran 5%-10% menjadi 0% dalam pemberian KKB/PKB untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Kebijakan penyesuaian batasan minimum uang muka (down payment) bagi kendaraan bermotor berwawasan lingkungan dilakukan dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah risiko kredit atau pembiayaan yang terjaga, mendorong fungsi intermediasi perbankan yang seimbang dan berkualitas, serta sebagai upaya untuk mendukung ekonomi berwawasan lingkungan (green economy).

Dengan demikian, batasan minimum uang muka (down payment) bagi kendaraan bermotor berwawasan lingkungan, untuk kendaraan roda dua sebelumnya 10% menjadi 0%. Kendaraan roda 3 (no produktif) dari 10% menjadi 0% dan kendaraan roda 3 yang produktif dari 5% menjadi 0%. (wdi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini