Tesla Jajaki Investasi di RI, Mau Bangun Pabrik Mobil Listrik?

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 52 2289201 tesla-jajaki-investasi-di-ri-mau-bangun-pabrik-mobil-listrik-iOvdlD72yj.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investas (Kemenko Marves) terus berkomunikasi dengan pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) Tesla terkait wacana investasi Indonasia.

Apakah Tesla minat bangun pabrik mobil listrik di Indonesia?

“Khusus untuk Tesla, pihak Tesla secara informal sudah menghubungi pak Menko Luhut," kata Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL Kalake dilansir dari laman Kemenko Marves, Selasa (6/10/2020).

Dia melanjutkan, pembicaraan yang dilakukan perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut masih bersifat diskusi awal dan sangat umum.

Baca juga: Tesla Bakal Bangun Gigafactory di India

Baca juga: DP 0% Dinilai Belum Mampu Dongkrak Penjualan Mobil Listrik

"Tetapi ini masih penjajakan awal dan belum terlalu detail. Kita perlu diskusi lebih lanjut bersama pihak Tesla,” kata Ayodhia.

Selain Tesla, ada juga produsen otomotif besar asal Korea Selatan, Hyundai yang berinvestasi KBLBB. Juga ada perusahaan otomotif asal Jerman.

Pemerintah, kata dia, terus memperkuat komitmen untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) beserta infrastruktur pendukungnya.

“Pemerintah sangat berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan KBLBB. Pemerintah berharap ini menjadi pilihan utama, tetapi memang harus bertahap, dengan terus memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Bentuk dukungan yang diberikan, menurut Ayodhia, antara lain dengan memberikan insentif khusus kepada pabrikan atau industri yang mengembangkan KBLBB, dan terus mendorong pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Sudah ada investor asing yang membangun industri skala besarnya di Indonesia, kita pun, setahap demi setahap akan mengganti kendaraan dinas menjadi KBBLB. Beberapa Pemerintah Daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI, Bali, Jawa Barat. Seperti Pemprov DKI, yang tidak mengenakan/membebaskan biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk KBLBB,” jelasnya.

Adapun, mulai 1 Oktober 2020, Bank Indonesia (BI) membebaskan uang muka untuk kendaraan yang bewawasan lingkungan, yaitu KBLBB, menurut BI kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian.

Pemerintah juga akan memasukkan KBLBB ke dalam e-catalogue. Selain juga dengan adanya perusahaan transportasi online dan perusahaan taksi nasional yang menggunakan KBLBB sebagai bagian dari armadanya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini