Pria Ini Bikin Mobil Klasik Sendiri Selama Pandemi Covid-19

Sindonews, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 52 2293357 pria-ini-bikin-mobil-klasik-sendiri-selama-pandemi-covid-19-j70wlNaaTo.jpg (Foto: Al Monitor/Sindonews.com)

 JAKARTA - Seorang pria memanfaatkan masa pandemi covid-19 dengan sangat baik. Riyad al-Amleh yang merupakan warga Palestina berhasil membuat mobil dengan tangannya sendiri selama menjalani karantina pandemi Covid-19.

Dikutip dari Al-Monitor, Riyad berhasil membuat sebuah mobil klasik yang dia desain sendiri dan dia produksi sendiri. Riyad yang masih berusia 45 tahun mengatakan sejak pemerintah Palestina mengumumkan karantina pada Maret lalu dia sudah terpikirkan mengisi waktu mewujudkan cita-citanya yang tertunda yakni membuat mobil klasik buatannya sendiri.

Dia memang sangat bermimpi memiliki mobil klasik karena tidak pernah menemukan ada orang yang menjual mobil klasik di Palestina.

"Karantina begitu lama dan membosankan jadi saya berpikir untuk membuat sesuau yang berguna. Saya lansung terpikir membuat mobil klasik yang kuat nuansa tahun 1920-an. Di Palestina tidak ada mobil klasik yang dijual dan untuk mengimpornya dari luar butuh biaya yang sangat besar. Dari situlah saya berusaha membuatnya sendiri," terang Riyad dilansir dari Sindonews.com.

Baca juga: Pacar Ronaldo Pamer Mobil Bugatti Veyron, Ini Spesifikasinya

Untungnya, Riyad adalah sosok yang punya pengalaman kuat di bidang otomotif. Selain pernah bersekolah kejuruan otomotif dia juga sukses berjualan sparepart dan mobil-mobil baru. Dari situ dia sangat mudah mendapatkan mendapatkan peluang menemukan berbagai perlengkapan dan sparepart yang dibutuhkan dalam membuat mobil klasik itu.

Apalagi sebelumnya Riyad juga pernah membuat sebuah mobil jip yang diberi nama Adam. Bedanya saat membuat Adam, Riyad masih bisa bergerak leluasa. Dia bisa mencari berbagai perlengkapan yang dibutuhkan dengan mudah. Selain itu Adam sama sekali tidak memiliki mesin. Dia hanya membuat badan mobil saja sebagai langkah awal membuat mobil lain ke depannya.

Alhasil proses pembuatan mobil kedua yang dia kasih nama Nouh itu memang benar-benar butuh perjuangan. Dia hanya menggunakan seluruh barang yang memang kebetulan masih tersedia di rumahnya.

"Apa yang saya gunakan ya yang seketemunya saja. Paling beruntung karena saya masih punya mesin mobil tua yang masih berfungsi," jelasnya.

Butuh waktu empat bulan bagi Riyad untuk menyelesaikan mobil impiannya itu. Namun begitu selesai dia tidak serta merta bisa membawa mobilnya jalan-jalan. Dia harus menunggu keputusan pemerintah mencabut waktu karantina.

Begitu larangan keluar dicabut yang dilakukan Riyad adalah langsung menguji mobil itu di sekitaran rumahnya. Dia sangat senang karena mobil dengan mesin 1.800 cc itu ternyata masih bisa berjalan dengan baik.

Keberhasilannya membuat mobil lagi itu justru langsung membuatnya jadi pusat perhatian. Banyak orang yang berupaya membeli mobil buatannya itu. Hanya saja semua permintaan itu dia tolak karena memang memiliki mobil klasik adalah impiannya.

Masalahnya cuma satu Riyad tidak bisa mengendarai mobil itu di jalan raya. Pasalnya pemerintah Palestina dalam hal ini pihak kepolisian tidak mau mengeluarkan surat buat mobilnya itu. "Saya berharap pemerintah mau peduli dengan mobil ini sehingga saya bisa mengendarainya kemana saja," pungkas Riyad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini