Jerod Shelby Ingin Buat Mobil Paling Kencang di Dunia

Sindonews, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 52 2296601 jerod-shelby-ingin-buat-mobil-paling-kencang-di-dunia-OY1Cja0FYI.jpg Jarod Shelby (kanan). (Foto: Sindonews.com)

JAKARTA - Nama Shelby merupakan magnet tersendiri di dunia otomotif. Nama ini pun menjadi daya tarik tersendiri. Carroll Shelby bermimpi mengalahkan Ferrari di ajang Le Mans 24 Hours, kini Jerod Shelby justru bermimpi mengalahkan Bugatti sebagai pembuat mobil paling kencang di dunia.

Sebelum membahas siapa Jerod Shelby, perlu diperjelas dulu Jerod Shelby sama sekali tidak punya hubungan darah dengan Carroll Shelby, sosok legendaris dari Ford dan industri otomotif Amerika itu. Bukan anak apalagi saudara. Hanya saja namanya kebetulan sama. Sama-sama Shelby.

Malahan, perusahaan Carroll Shelby yakni Carroll Shelby Licensing dan Carroll Shelby International pernah menuntut Jerod Shelby untuk tidak lagi menggunakan nama Shelby di mobil buatannya. Saat itu, Jerod Shelby memang mendirikan sebuah perusahaan otomotif yang fokusnya pada performa. bernama a Shelby Supercars. Demikian dilansir dari Sindonews.com.

Kemiripan nama itulah yang membuat ahli waris Carroll Shelby keberatan. Mereka melihat Jerod aji mumpung karena memiliki nama yang sama. Mau tidak mau akhirnya Jerod mengikuti tuntutan tersebut dan mengganti namanya menjadi SSC North America. SSC sendiri hanyalah singkatan dari Shelby Supercars.

Baca juga: Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak, Ini Alasannya

Sejak pertama kali membangun SSC North America pada tahun 1998 mimpi Jerod sangat sederhana yakni membuat sebuah mobil yang kuat. Dia sadar dia bukanlah sosok yang memiliki akar yang kuat di dunia otomotif. Dia bukan Enzo Ferrari yang terlahir di dunia otomotif, bukan juga seperti Carroll Shelby yang dikenal sebagai pebalap dan mekanik.

Jerod justru hanyalah seorang insiyur alat-alat kesehatan. Meski demikian dia begitu suka dengan otomotif. Dari situlah dia bermimpi membangun sebuah perusahaan mobil yang setidaknya bisa memenuhi hasratnya akan otomotif. "Performa adalah kekuatan kami, bukan sejarah," ucap Jerod.

Bersama 24 orang lainnya yang dia pilih, Jerod kemudian mendirikan Shelby Supercars, yang kemudian berganti nama menjadi SSC North America, di Richland, Washington. Sesuai dengan mimpinya SSC hanya fokus pada performa mobil. Mereka sama sekali tidak peduli pada penjualan. Bagi mereka urusan penjualan akan mengikuti jika mereka bisa membuat sebuah mobil yang superior.

Rencana itu akhirnya berhasil terwujud ketika mobil mereka SSC Ultimate Aero tercatat sebagai mobil dengan top speed tertinggi yakni 412 kilometer per jam ada 2007. Hanya saja rekor itu tidak bisa bertahan lama, Bugatti Veyron Super Sport pada 2010 malah mengangkangi catatan itu dengan kecepatan yang fantastis 431 kilometer per jam.

Waktu itu tersiar kabar Jerod benar-benar tidak senang dengan apa yang diraih Bugatti. Ketidaksenangannya terjadi karena Bugatti menggunakan mobil konsep untuk meraih rekor itu. Mobil itu sama sekali tidak dijual untuk umum. Berbeda dengan SSC Ultimate Aero yang dijual untuk masyarakat banyak. Ibarat kata, Bugatti Veyron Super Sport seperti motor-motor di MotoGP yang tidak bisa dikendarai oleh masyarakat umum. Sementara SSC Ultimate Aero adalah motor-motor Superbike yang memang bisa dimiliki oleh orang banyak.

Baca juga: Ban Mobil Bocor, Perhatikan 3 Hal Ini Demi Keamanan

Kekesalan Jerod makin memuncak karena Bugatti menggunakan sirkuit milik sendiri saat mencetak rekor. Cara pencapaian rekornya juga tidak sejalan dengan metode yang ada di pikiran Jerod. Bagi Jerod rekor kecepatan tertinggi, harus dilakukan dua kali. Pertama dari arah awal mobil itu melaju, kedua dari arah berlawanan saat mobil itu melaju. Trek yang digunakan juga bukan sirkuit tapi jalanan umum. Mobil juga harusnya menggunakan bahan bakar dan ban yang bisa digunakan oleh masyarakat banyak. Bukan ban dan bahan bakar khusus yang dibuat untuk mencapai rekor itu.

Hal itu justru tidak dilakukan Bugatti Veyron Super Sport yang hanya melaju lurus searah dengan sirkuit pribadi Volkswagen AG.Mobilnya juga hingga saat ini masih berbentuk konsep. Intinya saat itu Jerod kecewa Bugatti disahkan sebagai mobil terkencang di dunia.

Tidak berlama-lama terkurung dalam kekecewaan, Jerod langsung bertekad untuk mengalahkan rekor Bugatti itu. Langsung sampai tidak bisa dikalahkan lagi. Seperti saat Sir Alex Ferguson yang ingin membawa Manchester United mengalahkan Liverpool FC sebagai klub tersukses di Premier League.

Jerod justru beruntung memiliki perusahaan yang kecil untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Dia dan timnya sama sekali tidak terhalang denga birokrasi perusahaan yang ruwet jika ingin melakukan peningkatan.

Berbagai inovasi yang mereka lakukan langsung mereka eksekusi. Yang penting tujuan mereka tercapai membuat mobil yang mengalahkan kecepatan Bugatti. Mereka juga tidak pernah merasa bermasalah dengan dana yang disiapkan untuk membuat mobil itu. Pasalnya mereka memang tidak fokus pada volume penjualan.

Dari kerja keras selama satu dekade itu akhirnya terciptalah SSC Tuatara. Jerod mengaku menghabiskan uang hingga jutaan dollar untuk membuat mobil itu. Mobil yang didesain oleh desainer Pininfarina, Jason Castriota itu menggendong mesin V8 berkapasitas 5,9 liter biturbo yang bisa menggelontorkan tenaga 1.750 daya kuda dengan bensin E85 dan 1.350 daya kuda dengan bensin RON 91.

Dan akhirnya kerja keras dan pengeluaran besar itu terbayar sudah. SSC Tuatara dinobatkan sebagai mobil terkencang di dunia setelah dua kali melaju dengan kecepatan rata-rata 508,73 kilometer per jam. Sebuah catatan yang akan sulit untuk dikalahkan hingga satu dekade ke depan.

"Sebelumnya banyak orang bertanya, apakah kami pantas berada di dunia hypercar. Rekor ini jawabannya, dan ini menjadi manis buat kami karena kami melakukannya dengan sebuah kantor kecil. Kami berhasil melampaui sesuatu yang telah diraih oleh merek yang memiliki sejarah yang kuat, mapan, dana yang tidak terbatas dan insinyur-insinyur kelas dunia," ungkap Jerod.

Saat ini Jerod memang menunggu jawaban dari berbagai pabrikan mobil super dunia lainya atas capaiannya itu. Sambil menunggu Jerod justru sudah bermimpi lagi, kali ini dia ingin membuat SSC Tuatara kecil, yang harganya lebih terjangkau masyarakat luas.

"Mobil itu akan memungkinkan banyak orang memilikinya dan merasakan bagaimana sensasinya berada di mobil pemegang rekor kecepatan," pungkasnya. (Wahyu Sibarani) 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini