GM Ajukan Izin Operasional Mobil Tanpa Pedal dan Setir

Sindonews, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 52 2298215 gm-ajukan-izin-operasional-mobil-tanpa-pedal-dan-setir-sGyEEUJBIT.jpg (Foto: Sindonews.com)

 JAKARTA - General Motors (GM) dan Cruise sudah mendapatkan izin dari pemerintah kota California untuk menjalankan mobil yang bisa berjalan secara otonom alias tanpa pedal dan setor.

Kini, mobil bernama Cruise Origin baru-baru ini dilaporkan telah mengajukan izin operasional mobil tanpa pedal dan setir kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Mereka berharap bulan depan mobil tanpa pedal dan setir yang dibuat oleh General Motors dan Cruise itu yakni Cruise Origin itu bisa berada di jalan-jalan Amerika.

Cruise Origin dikeahui pertama kali diluncurkan pada awal tahun ini. Mobil ini memang sama sekali tidak memiliki pedal dan palang kemudi. Ruangan interior fokus untuk ruangan penumpang. Demikian dilansir dari Sindonews.com.

Kendaraan ini memiliki desain eksterior yang menyerupai dengan van atau shuttle bus, disertai pintu masuk tiga kali lebih besar dan lebih rendah dari mobil biasanya. Setiap kursi penumpang memiliki ruang kaki ekstra dan diposisikan ke dalam untuk menghadap ke penumpang lain agar dapat saling mengobrol. The Origin hadir dalam pintu geser terbuka untuk memastikan keamanan pengendara lain, termasuk pengendara sepeda.

Baca juga: Mobil Listrik Mungil Ini Cukup Isi Baterai Seminggu Sekali

Baca juga: Alasan Ganti Ban Mobil Tidak Boleh Satu, Harus Sepasang

Mobil otonom ini dapat dioperasikan dan menjemput penumpang melalui aplikasi Cruise, sepenuhnya ditenagai oleh platform listrik yang dikembangkan oleh GM. Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur sensor bertenaga AI yang dirancang untuk mendeteksi dan menghindari orang serta benda di sekitarnya dalam segala kondisi cuaca.

General Motors dan Cruise juga melakukan pencabutan mencabut petisi yang diajukan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) yang dibuat pada Januari 2018. Saat itu mereka berupaya meminta persetujuan mengerahkan sejumlah kendaraan otonom serupa berdasarkan platform Chevrolet Bolt.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini