Pesepeda di Kota Bogota Selalu Terancam Ditabrak Pengendara Lain

Sindonews, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 53 2300625 pesepeda-di-kota-bogota-selalu-terancam-ditabrak-pengendara-lain-ry3ogGwKRU.jpg Ilustrasi pesepeda (Foto: Okezone/Heru Haryono)

KOLOMBIA - Ibu Kota Kolombia, Bogota, tidak nyaman bagi para pesepeda. Sebab, pengguna kendaraan bermotor kerap mengancam nyawa mereka. Tingginya angka kecelakaan sampai membuat kota itu dilabeli sebagai Kota Kematian Para Pesepeda. 

Peristiwa terbaru yang membuat geger pesepeda di Bogota adalah saat seorang petugas keamanan berusia 56 tahun, Jose Antonio Duarte tewasdari sebuah flyover kala pulang kantor dengan bersepeda. Peristiwa mengerikan itu terekam oleh CCTV yang ada di lokasi kejadian.

Saat itu Duarte yang tengah mengendarai sepeda di sisi kiri jalan tiba-tiba diseruduk dari belakang oleh sebuah truk kargo berukuran sedang. Dari CCTV terlihat jelas serudukan itu terjadi karena disengaja. Alhasil Duarte terlempar dari sepedanya dan tewas seketika karena terjatuh dari ketinggian.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan pengemudi truk itu nekat menyeruduk Duarte. Hanya saja menurut pengakuan para pesepeda di Bogota, motoris memang terkesan berupaya dengan sengaja menyelakai para peseda. Sungguh ini jadi ironi mengingat Kolombia kerap melahirkan pesepeda andal.

Baca juga: Sebelum Berangkat Liburan Panjang, Jangan Lupa Cek Oli Mobil 

Sebut saja Egan Bernal yang tahun lalu menjuarai Tour de France 2019. Peristiwa tragis itu bahkan masuk dalam sorotan Bernal yang mengunggah kalimat sedih di akun twitter resmi miliknya. "Sangat mudah bagi seseorang untuk mengakhiri kehidupan orang lainnya. Semoga ada keadilan atas peristiwa ini," tulis Bernal.

Ilustrasi pesepeda

Peristiwa itu memang makin membuktikan Bogota bukanlah surga buat para pesepeda meski jumlah populasinya sangat tinggi.Abdon Bermudez yang baru menetap di Kolombia selama empat tahun belakangan ini mengaku tidak pernah merasa nyaman ketika bersepeda di jalan-jalan Bogota. Padahal dia menghabiskan waktu di jalan sebagai bike messenger. Setiap ada di jalan dia selalu merasakan teror ketika berdampingan dengan pengguna kendaraan bermotor.

"Saya sering melihat mereka tidak menghargai para pesepeda. Mereka tidak menyukai kalau kami memiliki hak yang sama dalam menggunakan jalan," ucap Bermudez.

Bisa jadi pangkal kekesalan itu memang ada pada kebijakan pemerintah kota Bogota yang dibuat pada 2016 lalu. Saat itu Wali Kota Bogota Enrique Penalosa terus menambah jalur pesepeda di berbagai sudut kota Bogota. Saat itu Penalosa memang berharap warga Bogota berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi ke sepeda guna memecahkan masalah kemacetan yang terjadi.

Selain itu Penalosa juga memindahkan posisi jalur pesepeda yang semula berada di trotoar kemudian dipindahkan ke sisi kiri jalan. Hal inilah yang kemudian menjadi titik kebahagiaan para pesepeda di Bogota dimana mereka tidak mengganggu para pejalan kaki dan juga jalur pesepeda yang semakin bertambah Memang tidak bisa dibuktikan apakah momen itu jadi titik kebencian para motoris terhadap pesepeda. Hanya saja memang saat ini Bogota berubah menjadi kota teror buat pesepeda.

Andy Villalba, mekanik sepeda dan tokoh senior pesepeda di Bogota bahkan mengimbau para pesepeda untuk menghindari konfrontasi dengan motoris ketika berada di jalan. Dia berharap agar para pesepeda tidak perlu melakukan kontak mata dengan para motoris di Bogota. "Cara paling efektif menghindari kekerasan adalah dengan menghindarinya. Di kota ini tidak hanya kekerasan, pencurian juga sangat mengkhawatirkan," terang VIllalba.

Ya pencurian sepeda baik dengan kekerasan atau tidak memang sangat tinggi di Bogota. Dari Januari hingga September total ada 8.023 kasus pencurian sepeda. Untuk itu Villalba mengimbau agar para pesepeda bisa dengan cerdas menghilangkan simbol atau logo sepeda mahal mereka.

Dari situ juga Villalba tergerak untuk melatih para pesepeda di Bogota untuk belajar pertahanan diri serta pelatihan bersepeda dengan aman selama di jalan. Terutama di jalan-jalan kota Bogota. "Selamat datang di Bogota. The Cycling Capital of Death," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini