Sistem Autopilot Tesla Dinilai Buruk oleh Consumer Reports

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 15 2301080 sistem-autopilot-tesla-dinilai-buruk-oleh-consumer-reports-BtVK7OW9cB.jpg Tesla (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tesla dinilai buruk dalam menjaga pengemudi untuk tidak terlibat dalam berkendara oleh Majalah Consumer Reports dalam laporan peringkat terbaru sistem bantuan pengemudi. Sistem Autopilot Tesla pun disebut mengorbankan poin penting produsen mobil.

Namun, Tesla juga mendapatkan penilaian positif dari Consumer Reports. Tesla menempati peringkat kedua dalam sistem perangkat lunakĀ  pada 2020. Ini adalah lompatan tinggi karena Tesla hanya menempati peringkat 7 pada dua tahun lalu. Sementara itu, Peringkat pertama tahun ini masih dikuasai Cadillac's Super Cruise dari General Motors.

Capaian ini tidak berarti Tesla gagal. Dalam banyak hal dari lima kategori pengujian Consumer Reports, mobil produksi Elon Musk itu meraih penghargaan tertinggi.

"Dalam hal bantuan pemeliharaan lajur, Tesla melakukan yang terbaik dalam pengujian kami," kata Consumer Reports, dilansir Sindonews.com dari Reuters, Kamis (29/10/2020)

BACA JUGA: Tesla Recall Hampir 50.000 Mobil Model S dan X di China

Saat sistem kehilangan terlalu banyak informasi jalan, seperti garis lajur, sistem dengan sangat keras akan memberi tahu pengemudi untuk mengambil alih. "Hampir semua sistem lain yang kami evaluasi tidak mengeluarkan suara apa pun untuk menunjukkan bahwa sistem menghentikan kemudinya," kata majalah itu.

Patut disayangkan, segalanya menurun dari sana. Tesla berada di urutan terakhir dalam keterlibatan pengemudi dan kejelasan seputar kapan sistem aman digunakan.

"Kami mengevaluasi sistem dalam hal seberapa jelas mereka berkomunikasi secara real time tentang kapan pengemudi harus -dan tidak boleh- menggunakan teknologi itu," kata Consumer Reports.

Catatan tidak menyenangkan yang muncul pada saat-saat penting untuk percepatan dorongan Tesla ke otonomi. Perusahaan bulan ini merilis versi beta dari paket "full self-driving", add-on mahal untuk Autopilot yang -terlepas dari namanya- tidak sepenuhnya self-driving, memicu kritik dari dalam industri dan peringatan dari regulator federal.

BACA JUGA: Mobil Tesla Made in China Bakal Diekspor ke 10 Negara Eropa

Autopilot telah terlibat dalam lebih dari selusin kecelakaan selama beberapa tahun terakhir. Beberapa di antaranya berakibat fatal.

"Produsen mobil juga perlu menyadari bahwa semakin mampu mereka mengembangkan sistem dalam hal bantuan pengemudi, semakin besar kemungkinan pengemudi mengabaikan dan mencoba untuk membiarkan mengemudi ke mobil," kata Kelly Funkhouser, Kepala Consumer Reports.

"Itulah mengapa pemantauan pengemudi sangat penting, dan harus menjadi alat penting dari sistem bantuan mengemudi aktif yang baik di masa mendatang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini