14 Juta Mobil Bekas Diekspor ke Negara Berkembang, Dinilai Transfer Polusi

Sindonews, Jurnalis · Senin 02 November 2020 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 52 2302642 14-juta-mobil-bekas-diekspor-ke-negara-berkembang-dinilai-transfer-polusi-teOPRndVFS.jpg (Foto: Shutterstock)

Ketiadaan regulasi memang membuat negara-negara maju tidak bersalah mengirim mobil-mobil bekas ke negara berkembang. Apalagi mereka bisa beralasan permintaan mobil bekas memang memiliki pasar di negara-negara tujuan ekspor.

Dirinya berharap negara-negara berkembang bisa mencontoh apa yang dilakukan Moroko yang memiliki peraturan jelas mengenai mobil-mobil bekas yang mereka impor. Mobil-mobil bekas negara lain yang boleh masuk ke wilayah mereka adalah mobil bekas yang usianya maksimal 5 tahun dari produksi awal.

Selain itu mobil bekas harus memenuhi ketentuan emisi Euro4. Berkat peraturan itu negara-negara pengeskpor mobil bekas akhirnya mengirimkan mobil-mobil bekas yang sesuai peraturan dan kondisinya masih prima.

“Negara-negara maju harus berhenti mengekspor mobil-mobil bekas yang di negara mereka sendiri sudah tidak layak digunakan. Sementara negara-negara berkembang harus mengetatkan peraturan agar mobil bekas yang mereka terima adalah mobil bekas yang layak dipakai," ucap Inger Andersen.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini