Bentley Targetkan Hanya Produksi Mobil Listrik pada 2030

Sindonews, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 52 2305146 bentley-targetkan-hanya-produksi-mobil-listrik-pada-2030-H2oKlPO5hV.jpg (Foto: Reuters)

CREWE - Ferrari memutuskan tidak all aout dalam "permainan" mobil listrik. Hal ini ternyata tidak diikuti oleh pabrikan mobil mewah lainnya, salah satunya Bentley.

Bentley yang merupakan produsen mobil mewah asal Inggris itu malahan bertekad akan membuat mobil listrik secara penuh pada 2030. Dalam rencana Bentley yang bertajuk Beyond100 Strategic Plan, perusahaan ini memang tidak akan lagi memproduksi mobil-mobil dengan mesin pembakaran internal, bensin dan diesel, yang kerap merugikan lingkungan pada 2030.

Selanjutnya, sebagai langkah awal elektrifikasi, Bentley rencananya akan meluncurkan dua mobil plug-in hybrid pada 2021. Kedua mobil itu rencananya adalah Bentley Bentayga PHEV dan Bentley Flying Spur PHEV.

Baca juga: Harga Mobil Listrik di RI Masih Mahal, Ini Caranya Agar Jadi Murah

Baca juga: Tidak Mudah, Ini Sederet Syarat untuk Jadi Sopir Presiden AS 

Bentley Bentayga PHEV rencananya akan menggunakan mesin yang sama V6 namun dibantu oleh baterai sehingga bisa menghasilkan tenaga yang besar 443 daya kuda dan torsi maksimal 516 lb-ft. Sementara Bentley Flying Spur akan menggunakan mesin yang sudah ada di Panamera Turbo S E -Hybrid yakkni V7 dengan motor. Diketahui Porsche dan Bentley memang berada dalam satu grup yakni Volkswagen AG.

Rencana elektrifikasi Bentley tidak berhenti di 2021. Pada 2023 nantinya semua lini mobil yang diproduksi di Crewe, Cheshire, Inggris akan memiliki varian hybrid. Seluruh varian hybrid itu nantinya perlahan-perlahan akan menggantikan seluruh mobil Bentley bermesin konvensional. Demikian dilansir dari Sindonews.com.

Pada 2025, mobil listrik pertama Bentley baru akan dihadirkan. Saat itu mobil listrik Bentley juga akan hadir dalam platform baru. Setelahnya, 2026 Bentley sudah mulai melengkapi seluruh lini mobil mereka ekslusif listrik dan hybrid. Dan akhirnya pada 2030 mereka akan berhenti membuat mobil bensin atau diesel. Dengan keputusan itu maka mesin kebanggaan Bentley, W12 tidak akan digunakan lagi.

"Dengan perubahan ini, yang melampaui semua produk yang telah kami hasilkan, Bentley akan menjadi patokan bagaimana sebuah perusahaan mobil luks bisa mentransformasi diri menjadi sebuah perusahaan yang peduli pada energi terbarukan dan berkelanjutan," ucap Adrian Hallmark, CEO Bentley.

Keputusan Adrian Hallmark tentu berbeda dengan Ferrari dimana sebelumnya CEO Ferrari Louis C Camilleri malah enggan membawa Ferrari ke arah elektrifikasi. Pasalnya mobil listrik sangat berbeda arahnya dengan tujuan Ferrari membuat mobil. "Ferrari tidak akan bisa jadi mobil listrik secara penuh. Mobil listrik tidak akan pernah jadi mobil ekstravagansa," katanya. (Wahyu Sibarani)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini