Masa Depan Mobil Listrik AS Diprediksi Cerah di Bawah Kepemimpinan Biden

Sazili Mustofa, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 52 2310823 masa-depan-mobil-listrik-as-diprediksi-cerah-di-bawah-kepemimpinan-biden-qyrCsYrbwz.jpg Presiden terpiliha AS Joe Biden (foto: reuters)

WASHINGTON - Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), membawa angin segar bagi dunia otomotif, utamanya kendaraan listrik. Biden diprediksi akan memberikan dukungan penuh kepada industri otomotif AS.

Sebab, Biden sendiri yang mempromosikan dua kebijakan EV yang berbeda dalam rencana iklim kampanyenya.

Hari pertama kampanye, Biden melakukan tindakan eksekutif yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk menggerakkan sistem pengadaan pemerintah federal menuju 100 persen kendaraan energi bersih dan tanpa emisi serta memastikan standar penghematan bahan bakar AS ditetapkan. Sehingga, mereka mendapatkan 100 persen penjualan baru untuk kendaraan ringan dan menengah untuk dialiri listrik.

Kampanye kedua, Biden akan mencakup percepatan penyebaran kendaraan listrik dengan bekerja sama dengan gubernur dan wali kota untuk menyebarkan lebih dari 500.000 outlet pengisian publik baru pada akhir tahun 2030.

Rencana tersebut juga menyerukan untuk memulihkan kendaraan listrik pemerintah federal kredit pajak, dan menargetkannya untuk konsumen kelas menengah sambil memprioritaskan kendaraan listrik buatan Amerika bila memungkinkan.

Untuk itu, ketika Biden dilantik, maka dia dapat menggunakan mimbar untuk memberi sinyal kepada orang Amerika bahwa masa depan milik EV.

Beberapa nama yang diusulkan sebagai anggota kabinet Biden juga merupakan pendukung kuat EV, di antaranya Wali Kota Eric Garcetti dari Los Angeles, mantan Wali Kota Chicago Rahm Emanuel, dan Rep Oregon Earl Blumenauer.

Dengan fakta tersebut, kekhawatiran bahwa Biden akan bertindak kasar atas industri otomotif yang telah sukses bekerja dengan industri minyak selama lebih dari satu abad tidak berdasar.

Sementara itu Presiden dan CEO Center for Automotive Research, Carla Bailo menulis bahwa terlepas dari kegembiraan di sekitar EV, dia melihat sisi negatif untuk mesin pembakaran internal dan pabrik transmisi yang ada yang perlu dikelola selama transisi.

“Kami memiliki beberapa tahun sebelum mesin pembakaran internal menjadi usang, dan kami harus mulai mempersiapkan tenaga kerja dan manajemen pabrik yang sesuai,” tulis Carlo Bailo dlansir drive and driver.

"Kami akan meminta seseorang di Gedung Putih berkomitmen untuk menghidupkan kembali kesepakatan Paris, dan meningkatkan kualitas udara untuk AS. Akan tetap ada pemeriksaan dan keseimbangan yang baik, karena situasi di DPR dan Senat untuk bergerak secara pragmatis,” tukasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini