GM Baru Carsome Optimistis Pasar Mobil Bekas Bangkit

Sazili Mustofa, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 52 2316571 gm-baru-carsome-optimistis-pasar-mobil-bekas-bangkit-k79zyyYIXJ.jpg General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha (Foto:Carsome)

JAKARTA - General Manager Carsome Indonesia, Delly Nugraha mengatakan, pengalaman karier pada industri transportasi dan teknologi yang membawanya mantap mengelola dan mendukung bisnis Carsome secara menyeluruh di Indonesia.

Delly ditunjuk Carsome sebagai GM pada September 2020. Sebelumnya, Delly Nugraha merupakan Vice President of Central Java and Yogyakarta dan Head and Vice President National SMB Key Account di Gojek.

Delly mengatakan, dalam strategi bisnis di Carsome dirinya memulai dalam dua hal penting. Pertama, terus membangun kepercayaan konsumen Carsome dengan meningkatkan layanan jual-beli mobil bekas yang mudah, cepat, dan transparan.

Baca Juga:  14 Juta Mobil Bekas Diekspor ke Negara Berkembang, Dinilai Transfer Polusi

Kedua, membangun kekuatan organisasi dan tim Carsome Indonesia di tengah situasi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi. Dia percaya (pede) pertumbuhan bisnis positif sejalan dengan menghasilkan margin bisnis positif.

Baca Juga: Pedagang Mobil Bekas Diskon Harga Sampai Rp20 Juta, Ini Penyebabnya

"Saya melihat pada Maret atau akhir kuartal I hingga kuartal II penjualan drop. Kemudian rebound di kuaratl III. Saya melihat pertumbuhan sangat signifikan," ujar Delly dalam video conference pers, Kamis (26/11/2020).

Dia menyebutkan, masyarakat melihat ekonomi akan kembali pulih. Mereka merealisasikan rencana yang tertunda direalisasikan.

"Sekarang nyariin mobil untuk dijual ke dealer. Ke depan ditambah mencari mobil diperbaiki dan dijual kembali ke konsumen dengan meramabah ritel," katanya.

Sampai saat ini, lanjut dia, Carsome telah meningkatkan penjualannya sebanyak dua kali lipat dari sebelum pandemi. Bahkan, pertumbuhan mobil bekas yang terjual lewat Carsome meningkat hampir 300 persen quarter-on-quarter pada kuartal III.

Baca Juga: Tesla Model 3 Jadi Mobil Bekas Paling Laku di Amerika

Mengingat pandemi dan resesi ekonomi yang terjadi, pertumbuhan Carsome ini menjadi pertanda baik bagi industri otomotif, khususnya pasar mobil bekas.

“Pasar mobil bekas sempat terkena dampak pandemi Covid-19, namun sudah mulai menunjukkan pertumbuhan kembali sejak beberapa bulan terakhir. Kami akan ngegas yakin pasar mobil bekas akan kembali pulih dan membaik di 2021. Peran kami di Carsome adalah untuk terus menjaga bahkan menaikkan momentum kebangkitan pasar mobil bekas,” ujar Delly.

Sebelumnya, Delly telah membawa pencapaian besar bagi pertumbuhan bisnis yang pesat untuk Gojek dan Hutchison. Selain dua perusahaan tersebut, dia telah melanglang buana dengan beberapa perusahaan multinasional salah satunya Indosat.

"Saya memiliki tugas memperkuat Carsome dengan pendekatan lokal di Indonesia. Investasi besar (setelah mendapat kucuran Rp40 triliun di Asia Tenggara) dan paling besar di Indonesia," katanya.

Berkembang di Lima Negara Delly menuturkan sebagai penyedia platform jual-beli mobil bekas, Carsome, merayakan tonggak baru dalam perjalanan bisnis mereka. Setelah lima tahun berada pada industri otomotif, kini Carsome sudah digunakan oleh 100.000 konsumen yang menjual mobil bekas di Malaysia, Indonesia, Thailand dan Singapura.

Baca Juga: Penjual Mobil Bekas Terancam Bangkrut Gara-Gara Covid-19

Pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa Carsome mendapatkan kepercayaan di mata para konsumen. Pada November 2020, Carsome telah berkembang pesat dari yang awalnya tim beranggotakan lima orang menjadi seribu orang yang tersebar di lebih dari 50 kota di lima negara.

Tahun ini, Carsome juga meluncurkan beberapa produk teknologi, yaitu aplikasi CARpartner dan CARdealer (sebelumnya dikenal sebagai CarsomeGO) untuk lebih mempermudah dan mempercepat proses pencarian informasi mobil bekas dan kenyamanan bertransaksi yang diperuntukan bagi para dealer mobil bekas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini