Agar Selamat Berkendara di Musim Hujan, Perhatikan 7 Faktor Ini!

Sazili Mustofa, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 52 2316819 agar-selamat-berkendara-di-musim-hujan-perhatikan-7-faktor-ini-503UYBcgNH.jpg Berkendara saat musim hujan (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Berkendara pada saat hujan tentu penuh resiko, kecelakaan kerap terjadi. Kondisi jalan licin, ada potensi terbentuknya genangan air sehingga dapat mengakibatkan aquaplaning (tergelicir).

"Yang tidak kalah penting, jarak pandang pengemudi yang buruk seiring kian derasnya hujan, pengemudi perlu menjaga kewaspadaan saat mengemudi di musim hujan," ujar Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya dalam keterangan elektroniknya, Kamis (26/11/2020).

Ricky mengingatkan, tidak kalah penting menjaga kondisi mobil agar lancar di perjalanan. Untuk itu, dia mengungkapkan tujuh kesalahan pengguna kendaraan saat musim hujan yang bisa menyebabkan kecelakaan di jalan.

Baca Juga:  Mengenal Kadar Kegelapan Kaca Film yang Aman, Saat Berkendara Melewati Kabut Asap

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban

Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban bersentuhan langsung dengan jalan. Sebab itu, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak.

Baca Juga: Bermain Ponsel, David Beckham Dihukum 6 Bulan Dilarang Berkendara

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil

Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau kendaraan Anda.

 3.Tidak Mengukur Kemampuan Mobil

Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalan kering. Sangat dianjurkan mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air. Jika tidak hati-hati bisa tergelincir.

4.Tidak Menjaga Perilaku Berkendara

Saat hujan turun, kinerja komponen penting, seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi bermanuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba. Apalagi bila kondisi jalan macet. Kesabaran pengemudi akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan merugikan banyak pihak.

5.Tidak Waspada Melewati Genangan Air

Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil yang ada di depan dan tidak rem mendadak yang bisa membuat mobil hilang kendali. Cukup angkat kaki dari pedal gas dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan. Tidak bermain ponsel atau kegiatan yang mendistraksi fokus juga dapat menjaga kewaspadaan.

Baca Juga: 6 Penyebab Kecelakaan yang Sering Dilalaikan Pengemudi

6.Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat. Misal, saat berhenti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun. Jika pandangan terbatas bisa dibantu lampu utama. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya.

7.Tidak Rutin Servis Berkala

Servis berkala penting untuk memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, temasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak segera diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil. Jika malas bisa merembet ke komponen lain yang menyebabkan mogok di jalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini