Kabel Kelistrikan Kendaraan Sering Korsleting, Ini Penyebabnya!

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 52 2317182 kabel-kelistrikan-kendaraan-sering-korsleting-ini-penyebabnya-YWFbIxwgsy.jpg Service

CIBINONG - Selama pandemi Covid-19, kendaraan pribadi jarang digunakan karena aktivitas lebih banyak di rumah. Namun, kendaraan terlalu lama dibiarkan diam juga ternyata tidak baik.

Jika lama tidak digunakan, mobil maupun motor bisa saja menjadi sarang hewan seperti tikus. Hewan pengerat itu, biasanya akan menggerogoti yang ditemuinya, termasuk kabel kelistrikan.

Tentu ini sangat berbahaya ketika kendaraan kembali dipakai. Misalnya yang digigiti tikus adalah kabel pengapian, bisa membuat performa mesin jadi turun atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali.

Baca Juga: Mengenal Eximus IV, Kendaraan Paling Efisien di Dunia

“Yang paling sering bikin mobil korsleting itu karena dibiarkan diam terlalu lama, terus kabelnya digigit tikus,” ujar Chief Mechanic MaxxWire, Leon di Cibinong, Jawa Barat, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Nissan Bakal Perkenalkan Rogue 2021 di Pasar AS

Menurut Leon, saat ini para produsen kendaraan sedang fokus pada sistem perkabelan yang kuat, agar mampu bertahan dari gigitan tikus. Sebab, korsleting menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran pada kendaraan.

“Kabel standar bisa tahan hingga 20 tahun. Tapi jika kendaraan disimpan di area yang banyak hama seperti tikus, maka kabelnya bisa rusak,” tuturnya.

Sebagai informasi, MaxxWire baru saja mengenalkan produk mereka yang ditujukan untuk mengoptimalkan kelistrikan mobil dan motor. Bentuknya adalah rangkaian kabel, yang dipasang pada ECU dan sistem pengapian.

Tidak hanya itu, peranti ini juga dapat menghasilkan sistem pembakaran yang lebih baik, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan jadi lebih rendah.

"MaxxWire merupakan komponen yang bisa memaksimalkan kelistrikan kendaraan. Tenaga dan torsi juga naik, karena alat ini bisa mengoptimalkan putaran mesin sejak putaran mesin bawah," jelas Direktur PT Maju Gemilang Persada, Giman, di tempat yang sama.

Produk ini tersedia dalam tiga pilihan, yakni untuk motor seharga Rp1-1,5 juta, mobil bermesin bensin Rp2 juta dan mobil bermesin diesel Rp2,25 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini