Relaksasi PPnBM Kendaraan Baru 0%, Pedagang Mobil Bekas Santai

Riyandy Aristyo, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 52 2362147 relaksasi-ppnbm-kendaraan-baru-0-pedagang-mobil-bekas-santai-wTeCScEWhQ.jpg Ilustrasi (foto; Okezone)

JAKARTA - Pembelian mobil baru mendapatkan keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 0 persen. Diskon pajak ini akan berlaku secara bertahap dan dimulai pada Maret 2021.

Bagaimana dengan penjualan mobil bekas? Pedagang mobil bekas Autosell Jagakarsa, Wirahadi mengatakan, pihaknya ingin melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu ketika relaksasi tersebut mulai di jalankan.

"Kami ingin melihat kondisinya dahulu dilapangan jika program itu dijalankan. Untuk saat ini kami masih tenang-tenang saja," katanya, Senin (15/2/2021).

Baca Juga:  Ini Kriteria Mobil Baru yang Dapat Insentif PPnBM 0%

Menurut Wirahadi, relaksasi pajak pembelian mobil baru diyakini tidak akan berpengaruh terhadap bisnis mobil bekas yang ia jalankan. Pasalnya, setiap bisnis, punya target pasarnya sendiri-sendiri.

"Saya pribadi tidak mempermasalahkan itu (relaksasi PPnBM). Karena kami punya segmentasi pasan sendiri. Kalaupun berpengaruh, harga mobil baru kan sudah fix, kita tinggal revisi harga jualnya saja," katanya.

Baca Juga:  Kembangkan Robotaxis, Toyota Jalin Kerjasama dengan Aurora dan Denso

Selain menyesuaikan harga jual, untuk menarik konsumen membeli mobil bekas, Wirahadi biasanya memberikan promo diskon yang cukup besar.

"Ada banyak solusi sebenarnya untuk menjual mobil bekas. Kita bisa saja berikan promo diskon, bonus-bonus hingga free bensin dan lain-lain. Orang beli mobil bekas karena kebutuhan. Jadi tidak perlu khawatir," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomia, Airlangga Hartarto berharap, insentif yang diberikan ini bisa kembali memulihkan perekonomian Indonesia di sektor otomotif.

"Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini