Keren, Siswa SMA Muhammadiyah Kembangkan Mobil Buggy Bertenaga Surya

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 52 2374080 keren-siswa-sma-muhammadiyah-kembangkan-mobil-buggy-bertenaga-surya-w3VvpgXuzk.jpg Mobil Buggy karya siswa SMA Muhammadiyah (foto: Istimewa)

KEBUMEN - Siswa SMA Muhammadiyah Gombong telah berhasil menciptakan prototipe mobil bertenaga surya. Dari penampakannya, mobil ini serupa dengan mobil Buggy di dalam game Playerunknown's Battleground (PUBG).

Mobil Buggy dikenal tangguh dan mampu menerjang lintasan on road maupun off road. Para siswa tersebut pun mendesain Buggy buatannya hampir mirip seperti di dalam game, dan terus disempurnakan.

Sebagai bahan bakar, mobil surya yang dinamai Spectre atau solar powered electric vehicle ini, dibekali lima buah panel solar cell yang diletakan di atap kendaraan. Dengan begitu, Spectre tidak membutuhkan minyak bumi dan mengeluarkan polusi asap.

Baca Juga:  Sion Sono, Mobil Berpanel Surya Pertama di Dunia yang Diproduksi Massal

Tenaganya menggunakan dinamo brushless dc, dengan kekuatan 800 watt. Baterai yang digendong Buggy ini sebanyak 5 unit, yang terbagi dari 4 unit baterai penggerak mesin, dan 1 unit baterai untuk menyalakan komponen elektronik tambahan masing-masing 12 volt dengan arus 35 ampere.

Jika matahari cukup terik, setiap unit baterai bisa terisi penuh dalam waktu sekitar 5-6 jam melalui panel solar cell yang terletak di atap bagian belakang kendaraan.

Baca Juga: Baterai Lithium UNS Diharapkan Mampu Mendorong Produksi Kendaraan Listrik Dalam Negeri 

Muhammad Tsaqif Faqiyudin, salah satu siswa SMA Muhammadiyah Gombong, menjelaskan bahwa butuh dua bulan sebelum mobil ini bisa dilakukan test drive.

"Kalau durasi (bahan bakar) kita belum tahu, tapi untuk jarak maksimal 20 kilometer,” kata Tsaqif, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Minggu (7/3/2021).

Sayangnya, pencipta mobil Buggy ini bukanlah berasal dari SMK. Artinya, sekolah tersebut tidak fokus ke bidang otomotif. Hal ini juga diakui Tsaqif sebagai hambatan dalam pengembangannya.

“Namun berbekal semangat dan arahan para guru pembimbing, mobil tenaga surya akhirnya terselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Gombong, Fahrudin Mubarok, melantunkan apresiasinya sekaligus tetap mendorong agar para siswanya terus mengembangkan Spectre, hingga sampai prototipe mobil ini rampung dan benar-benar layak dikendarai.

“Harapannya nanti mobil yang kini didesain hanya satu kursi tersebut tidak hanya sekadar menjadi moda transportasi, tapi sekaligus sebagai ajang kampanye ramah lingkungan,” tutup Fahrudin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini