Hindari Mencuci Mobil Langsung Setelah Perjalanan Jauh, Ini Dampaknya

Dani M Dahwilani, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 52 2379180 hindari-mencuci-mobil-langsung-setelah-perjalanan-jauh-ini-bahayanya-mAX5mPyDaH.jpg Ilustrasi kampas rem mobil (foto: hyperperformanceautocentres)

JAKARTA – Pengendara mobil terkadang tidak menyadari ketika mengetahui kendaraanya kotor akibat hujan langsung main cuci, padahal mobil tersebut baru saja gunakan untuk perjalanan jauh.

Akibatnya, beberapa pemilik kendaraan pernah mengalami gejala roda mobil seperti terkunci atau tersendat. Laju mobil seolah tertahan diselingi suara aneh pada area roda.

Gejala tersebut dianggap cukup serius bagi sebagian besar pengguna kendaraan. Apa yang terjadi? Jika ditelusuri secara umum gejala tersebut disebabkan karena kurangnya perhatian pada area roda.

Baca Juga: Kiat Merawat Rem Kendaraan Anda

“Gejala nge-lock atau seperti terkunci muncul karena kampas rem masih menjepit cakram ketika mobil mau dijalankan. Umumnya terjadi ketika mobil habis jalan lalu dicuci dan tidak jalan dalam waktu lama. Proses pengeringan tidak optimal di area roda rawan timbul karat atau residu. Alhasil posisi kampas sulit ke posisi bebas (free),” ujar Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta, Rafi’i Sinurat dalam keterangan pers dilansir Rabu (17/3/2021).

Bagaimana menghindarinya? Dia mengatakan, perawatan untuk bagian tersebut harus diperhatikan antara lain jangan mencuci komponen roda, baik cakram, kaliper, ataupun pelek mobil saat masih berada di kondisi suhu panas setelah perjalanan jauh. Sebaiknya tunggu hingga kondisi suhu sudah lebih normal atau menurun.

Baca Juga: Ini Harga Pajero Sport di Pasar Mobil Bekas, Mulai Rp190 Jutaan

Perawatan area roda perlu diperhatikan secara rutin, terutama jika kendaraan yang digunakan sering melalui genangan air. Pastikan cakram dan pelek bebas dari debu, terutama kotoran yang biasa terakumulasi akibat sisa gesekan kampas rem.

“Mencuci rem cakram dan pelek cukup mudah. Layaknya ritual mencuci mobil. Sebab kotor di pelek karena debu itu mudah dibersihkan jika sering dicuci. Apalagi kebanyakan pelek saat ini memiliki finishing dengan lapisan cat,” kata Rafi’i.

Bagaimana merawatnya? Finishing pelek dengan chrome, cara merawatnya tinggal pakai carian khusus pembersih chrome. Umumnya cairan ini membersihkan bekas gemuk (grease) yang nempel membandel dan sulit dibersihkan dengan air.

Dia menuturkan untuk pelek yang memiliki motif jari (mesh) atau juga memiliki banyak palang, biasanya lebih sulit dibersihkan. Cobalah menggunakan sikat halus untuk membersihkan celah-celah sempit di antara palang. Jika membandel, ulangi terus proses membersihkan dan hindari penggunaan minyak tanah atau bensin karena dapat membuat cat menjadi kusam.

"Jika memungkinkan, sesekali lepaskan pelek agar proses pencucian lebih detail. Tak perlu sering-sering, tiga bulan sekali adalah waktu yang tepat," ujarnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini