Pengendara Mobil Diminta Perhatikan 3 Tahapan Pelarangan Mudik Lebaran

INews.id, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 15 2403995 pengendara-mobil-diminta-perhatikan-3-tahapan-pelarangan-mudik-lebaran-WT312BNpMb.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menetapkan pelarangan mudik saat momentun Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran 2021 guna mencegah terjadinya kenaikan kasus Covid-19. Padahal, tradisi mudik bersama dengan mengendarai mobil menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Pemerintah juga menetapkan tiga tahapan larangan mudik tersebut. Untuk itu, bagi para pengendara penting memperhatikan aturan larangan mudik tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi mengatakan bahwa tahapan larangan mudik pertama yakni masa pengetatan mudik (pra), yakni 22 April-5 Mei. Pada periode ini, mudik bisa dilakukan dengan sejumlah syarat, yakni hasil negatif test PCR atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam, dan hasil negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

Kedua, masa peniadaan mudik 6-7 Mei 2021. Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang dikecualikan dari peniadaan mudik adalah untuk keperluan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil. Syaratnya, hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3x24 jam, hasil test rapid antigen maksimal 2x24 jam, dan hasil tes negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

Baca juga: Larangan Mudik Harus Dapat Dukungan Pemerintah Daerah

Ketiga, masa pengetatan mudik (pasca) 18-24 Mei 2021. Pada periode ini, tak ada larangan mudik. Hanya ada syarat yang sama seperti tahap pertama.

"Sebagai alternatif pemerintah mendorong masyarakat untuk mudik online dengan menggunakan teknologi informasi, seperti medsos. Apalagi, pengguna ponsel pintar di Indonesia kini sudah banyak. Ini akan mempermudah kegiatan mudik online,” ujarnya, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Dukung Ketegasan Polri, Milenial Muslim Imbau Masyarakat Tak Mudik Lebaran

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto menyatakan, dalam kondisi normal, sebanyak 40-50 orang meninggal per hari selama periode mudik. Namun, tahun lalu, kecelakaan mobil turun 31 persen menjadi 1.980. Sementara korban meninggal 63 persen menjadi 418, karena pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia dan pemerintah melarang mudik.

“Larangan mudik pemerintah menjadi momentum untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan berkendara secara aman, nyaman, dan selamat. Intinya, kita perlu menerapkan kehati-hatian secara universal dalam aspek kehidupan,” katanya. (Fakhrizal Fakhri)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini