Sensor Ini Diklaim Bisa Deteksi Kendaraan Berjarak Lebih dari 500 Meter

Susi Susanti, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 52 2407118 sensor-ini-diklaim-bisa-deteksi-kendaraan-berjarak-lebih-dari-500-meter-EbUZf99Yp5.jpg Sensor kendaraan milik Aeva Technologies Inc. (Foto: Aeva)

JAKARTA - Perusahaan rintisan sensor kendaraan otonom Aeva Technologies Inc, pada Kamis (6/5) mengatakan sensor mereka dapat mendeteksi kendaraan lain dari jarak lebih dari 500 meter dan pejalan kaki dari jarak lebih dari 350 meter.

Dilansir Reuters, Jumat (7/5), Aeva membuat sensor lidar yang membantu mobil mendapatkan peta jalan tiga dimensi dan juga dapat mendeteksi gerakan objek di kejauhan, membantu membedakan objek yang tidak bergerak seperti pohon dan pejalan kaki atau pengendara sepeda.

Aeva memiliki kesepakatan dengan pemasok otomotif Denso Corp dan ZF Friedrichshafen AG untuk produksi massal sensornya.

(Baca juga: Ini Penyebab Setir Mobil Bergetar Saat Direm dan Cara Mengatasinya)

Rentang deteksi sensor lidar adalah metrik utama bagi pembuat mobil karena rentang deteksi yang lebih lama berarti kendaraan yang mengemudi sendiri memiliki lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan, terutama pada kecepatan yang lebih tinggi.

Perusahaan lain seperti Aeye Inc, yang sahamnya dibeli pemasok otomotif Jerman Continental AG tahun lalu, mengatakan mereka dapat mendeteksi kendaraan lain pada jarak 300 meter.

Lidar mengirimkan sinar laser dan mendeteksi pantulannya saat mereka memantul kembali dari lingkungan sekitar untuk menghasilkan gambar. Tantangan utama adalah mendeteksi objek gelap yang tidak memantulkan banyak cahaya.

Aeva mengatakan chip berpemilik yang telah dikembangkan memungkinkan sensor mendeteksi objek dengan reflektifitas di bawah 10 persen pada jarak jauh.

(Baca juga: Wow! Ikut Vaksinasi Covid-19 di New York Bisa Dapat Tesla Model 3)

"Kami bertujuan untuk menawarkan kombinasi kinerja dan skalabilitas yang kami yakini tak tertandingi di industri ini," kata salah satu pendiri dan chief technology officer Aeva Mina Rezk dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Antara.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini